SIANTAR, SENTER NEWS
Meski tahun 2022 lalu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Siantar berjanji memperbaiki Musholla Al Hikmah, Jalan Gunung Simanuk-manuk, Gg Anggrek, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar yang rusak berat, sampai 2023 ini belum juga dikerjakan.
“Sekarang sudah tahun 2023. Kalau belum diperbaiki bulan ini, musholla itu tentu tidak bisa digunakan masyarakat untuk melakukan ibadah pada bulan Ramadhan yang tinggal sebulan lagi,” ujar Ompung Gabe (67) warga setempat, Kamis (16/2/2023).
Dijelaskan, musholla sebenarnya sudah rusak sejak 2021 karena bencana banjir yang membuat tembok musholla di pinggir sungai retak dan air masuk ke bagian bawah. Akibatnya, tanah di bagian bawah menjadi amblas dan lantai musholla jebol.
Bahkan, karena tidak kunjung diperbaiki, kerusakan semakin berat. Bagian dinding lainnya retak dan musholla terancam ambruk. Selanjutnya, Februari 2023 ini, warga kembali mempertanyakan pihak BPBD kapan Musholla diperbaiki.
Dijelaskan, alasan BPBD tidak memperbaiki musholla tahun 2022 lalu dikatakan karena tidak ada pemborong. “Kami pikir, alasan itu tidak tepat,” ujar warga lainnya sembari mengatakan bahwa pihak BPBD malah meminta warga untuk mempersiapkan berkas-berkas lagi sejak awal dengan mengganti untuk tahun 2022 menjadi tahun 2023.
“Apa yang diminta sudah kita turuti. Berbagai berkas sudah kita perbaharui dan kita sampaikan kepada BPBD. Tapi, sampai saat ini belum jelas juga kapan diperbaiki,” ujar warga yang kemudian menghubungi pihak BPBD melalui Kasi Bencana bermarga Damanik.
Dari hasil perbincangan warga melalui melalui pejabat BPBD marga Damanik itu, dikatakan bahwa pihaknya tetap harus kembali mengajukan permohonan masyarakat tersebut dari awal lagi. Namun, tidak ada kepastian kapan dilakukan perbaikan.
“Kata pejabat BPBD itu, pihaknya akan segera menginformasikan kepada kita kalau surat permohonan kita sudah ditindaklanjuti. Kalau begini jadinya, sama saja warga menunggu waktu yang tak pasti kapan musholla yang dibutuhkan itu akan diperbaiki,” ujar warga merasa kecewa. (Rey)






