Setahun kepemimpinan Walikota Siantar, Wesly Silalahi didampingi Wakil Walikota Siantar Herlina tahun 2025, berbagai program yang dilakukan berhasil meraih sejumlah prestasi yang langsung dapat dirasakan masyarakat.
Capaian dari sejumlah sektor itu, tentu bukan hasil kerja satu pihak semata. Tetapi, terwujud berkat dukungan dari berbagai pihak yang terus memberikan kontribusi, masukan dan semangat kolaborasi untuk kemajuan kota Siantar agar terus semakin baik.
Dukungan tersebut antara lain dari DPRD Kota Pematangsiantar sebagai mitra sejajar untuk melakukan pengawasan terhadap kinerja Pemko Siantar. Dari unsur Forum Komunikasi Daerah (Forkopimda) Kota Siantar, para pemangku kepentingan dan berbagai elemen masyarakat lainnya.

Dari berbagai data yang dihimpun, prestasi yang diraih Pemko Siantar tahun 2025 itu terdiri dari tingkat regional dan tingkat nasional. Baik lingkup internal Pemko Siantar maupun eksternal yang bersentuhan dengan masyarakat.
Dalam lingkup internal penyelenggaraan pemerintahan, Pemko Pematangsiantar menerima Penghargaan SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Prestasi itu terus dipertahankan sampai lima tahun berturut-turut.
Selanjutnya, Predikat Kota Informatif untuk Keterbukaan Informasi Badan Publik Kategori Kabupaten/Kota dari Komisi Informasi Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Prestasi dimaksud, merupakan indikasi bahwa Pemko Siantar telah menunaikan kewajiban sebagai lembaga negara dan badan publik untuk menyediakan informasi yang jujur, akurat, dan mudah diakses.
Situasi itu sesuai UUNo.14 Tahun 2028. Tujuannya untuk meningkatkan transparansi dan partisipasi masyarakat dalam pengawasan penyelenggaraan negara yang dapat diakses publik.
Kemudian, menerima penghargaan Tim Pengendalian Informasi Daerah (TPID) Terinformatif dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Teraktif dari Bank Indonesia.
Ada juga, Penghargaan Terbaik Sinergi Upaya Pengendalian Inflasi Ketahanan Pangan dari Bank Indonesia. Artinya, pada pengendalian inflasi dan ketahanan pangan berkolaborasi antara pusat-daerah (TPIP-TPID) menggunakan kerangka 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, Komunikasi Efektif).

Kemudian, dengan peredikat B atau memiliki nilai 61.05, raih Penghargaan Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemen-PAN RB RI).
SAKIP mendorong APBN/APBD lebih fokus pada dampak (outcome) nyata bagi masyarakat. Memiliki integrasi perencanaan, penganggaran, pengukuran, dan pelaporan kinerja berlandaskan Perpres No.29 Tahun 2014.
Dengan penghargaan tersebut, anggaran Pemko Siantar berorientasi hasil, efisien, dan akuntabel, yang dinilai melalui evaluasi AKIP (berbasis Permen PANRB 88/2021).
Prestasi lainnya, Penghargaan Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik Kota Pematangsiantar dengan Indeks 4,40 Kategori A dari Kemen-PAN RB RI).
Kemudian, meraih Predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemko Pematangsiantar Tahun 2024 dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).
PRESTASI PELAYANAN PUBLIK
Sedangkan penyelenggaraan pemerintahan untuk layanan publik yang bersentuhan dengan kepentingan masyarakat, tahun 2025 meraih Penghargaan Kota Paling Toleran peringkat 5 versi Indeks Kota Toleran (IKT) 2024 (skor 6,115) dari Setara Institute.
Prestasi itu indikasi bahwa masyarakat kota Kota Pematangsiantar semakin mampu meningkatkan toleransi. Masalahnya, meski pernah meraih predikat kota paling toleransi se Indonesia tahun 2021.
Selanjutnya, menerima Penghargaan UHC (Universal Health Coverage) atau Cakupan Kesehatan Semesta dari Gubernur Sumut, yang kemudian disusul penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI pada Januari 2026.
Universal Health Coverage tersebut merupakan sistem jaminan kesehatan yang memastikan seluruh penduduk memiliki akses terhadap layanan kesehatan komprehensif (promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif) bermutu tanpa kendala finansial.
UHC diimplementasikan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan, ditargetkan untuk melindungi seluruh warga dari risiko biaya kesehatan yang tinggi.
Penghargaan juga diraih BUMD seperti Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta dari TOP BUMD Pusat. Prestasi yang diraih, yaitu: Golden Trophy TOP BUMD Awards; TOP BUMD Awards; TOP CEO BUMD; dan TOP Pembina BUMD.
Penghargaan Dedikasi, Integritas, dan Kontribusi Nyata dalam Pembentukan 53 Pos Bantuan Hukum Kelurahan di Kota Pematangsiantar dari Kementerian Hukum
Selain itu, TP PKK binaan Pemko Pematangsiantar juga mengukir prestasi pada Lomba PKK Tingkat Provinsi Sumut.
Antara lain: Juara I Kategori Lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang diraih Kelurahan Banjar Kecamatan Siantar Barat.
Juara I Kategori Lomba Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS) yang diraih Kelurahan Bahsorma Kecamatan Siantar Sitalasari.
Juara I pelaksanaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Test, yakni deteksi dini kanker leher Rahim, yang diraih Kecamatan Siantar Barat; Juara III Kategori Lomba Halaman, Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman (Hatinya) PKK yang diraih Kelurahan Suka Maju Kecamatan Siantar Marihat.
Juara III Kategori Lomba Tertib Administrasi yang diraih Kelurahan Martoba Kecamatan Siantar Utara.
PERUBAHAN LEBIH BAIK
“Kita semua tentu menginginkan perubahan yang lebih baik, kemajuan yang lebih cepat, serta kesejahteraan yang semakin dirasakan oleh seluruh warga kota ini,” papar Wesly saat menghadiri acara buka puasa bulan Ramadhan 1447H/2026 M di Lapangan H Adam Malik beberapa waktu lalu.

Kegiatan yang dihadiri unsur Forkopimda dan berbagai lapisan masyarakat termasuk kalangan organisasi masyarakat dan kepemudaan maupun kemahasiswaan itu dipaparkan secara jelas prestasi yang sudah diperoleh.
Untuk itu, Walikota mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan, kepercayaan, dan doa selama setahun kepadanya dalam memimpin Kota Pematangsiantar.
Walikota Wesly Silalahi optimis tahun 2026 ini, semakin banyak dan semakin beragam prestasis yang diraih. Sehingga cita-cita bersama untuk mewujudkan Pematangsiantar yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras dapat segera terwujud demi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat. (***)






