SIANTAR, SENTERNEWS
Coffe Morning yang digelar KPU Kota Siantar dengan puluhan jurnalis dari berbagai media massa se Kota Siantar digelar sebagai ajang dialog agar saling bersinegis pada pelaksanaan Pemilu 2024. Berlangsung di Dano Cafe dan Resto Kota Siantar, Rabu, (7/12/3023).
Pernyataan itu disampaikan Ketua KPU Kota Siantar, M Isman Hutabarat melalui sambutannya setelah membuka coffe morning. Selain sebagai ajang dialog, juga sebagai silaturrahmi antara Komisioner dengan para jurnalis untuk saling tukar informasi. Sehingga, pelaksanaan Pemilu maupun Pilpres di Kota Siantar berlangsung aman dan nyaman. “KPU butuh masukan dari jurnalis untuk saling bersinergi, ” katanya.
Selanjutnya, satu persatu satu komisioner menyampaikan informasi sesuai dengan devisinya masing-masing. Nurbaiyah Siregar dari Devisi SDM dan Farmas menyatakan bahwa peran pers sangat penting mewujudkan Pemilu. Karena melalui pemberitaan pers dapat menciptakan Pemilu aman dan nyaman.
“Media itu corong KPU untuk menyampaikan seluruh tahapan Pemilu. Misalnya, terkait perekrutan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sebanyak 5.572 orang yang pendaftarannya dimulai 11Desember di setiap kantor lurah masing-masing, ” kata Nurbaiyah yang juga menyinggung pelaksanaan kampanye melalui pertemuan terbatas, tatap muka dan rapat umum.
Selanjutnya menjelaskan bawa dari jumlah pemilih sebanyak 202.206 jiwa paling dominan atau sebanyak 59,99 persen, dari kaum milenial dan Generasi Z. “Biasanya, kaum milenial dan Generasi Z itu selalu aktif mengamati berita dari media massa seperti online dan media cetak. Untuk itu media diharap dapat memberikan berbagai informasi terkait dengan Pemilu yang akan berlangsung 14 Februari 2924 mendatang, ” imbuh Nurbaiyah.
Sementara, Cucha Ashari dari Devisi Penyelenggaraan Pemilu berharap agar media atau pers turut mengawal setiap pelaksanaan tahapan Pemilu. Karena, KPU butuh saran dan masukan demi terciptanya Pemilu yang aman dan damai.
Sedangkan soal perekrutan KPPS yang lulus seleksi melalui pengumuman tanggal 24 Januari 2024 akan menjalani bimbingan teknis. Sehingga, KPPS sebagai ujung tombak di lapangan dapat melaksanakan teknis Pemilu mulai dari pemilihan sampai perhitungan suara.
“Saat ini kita sudah menerima laporan tentang dana awal kampanye partai politik yang diakses melalui aplikasi Sikadeka, ” ujarnya.
Dedy Rahman Harahap Divisi Perencanaan Data dan Informasi memaparkan tentang Daftar Pemilih Tetap, Daftar Pemilih Tambahan dan Daftar Pemilih Khusus yang jumlahnya terus bertambah. Bagi pemilih tambahan atau dan pemilih khusus yang memilih di kota Siantar tetapi bertugas maupun belajar di luar kota Siantar diberi kesempatan mendaftar sampai H-7 . “Jadi dengan ada berita melalui media, masyarakat dapat mengetahuinya, ” kata Dedy.
Terakhir, Roy Marsen Simarmata dari Divisi Hukum dan Pengawasan menyatakan bahwa media dapat memenuhi hak masyarakat terkait informasi tentang Pemilu. “Hanya saja pemberitaan diharap terlepas dari kepentingan kelompok atau kepentingan politik tertentu,” ujarnya.
Usai pemaparan dari masing-masing komisioner, dilakukan tanya jawab yang berlangsung komunikatif. Misalnya, terkait warga Siantar yang menjadi warga binaan di Lapas Batu Enam, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, tidak bisa memilih Caleg untuk Dapil Kota Siantar.
Hak pilihnya hanya untuk memilih DPRD Sumut, DPR RI, DPD dan pemilihan Presiden. “Karena Lapas itu lokasinya di Kecamatan Siantar kabupaten Simalungun, pemilih hanya untuk Dapil setempat, ” kata Dedi Harahap.
Diakhir dialog yang berlangsung tiga sesi, Ketua KPU M Isman Hutabarat yang menutup Coffe morning menyatakan, seluruh Komisioner KPU siap melayani media untuk memberi informasi yang dibutuhkan.
“Pertemuan seperti ini akan kita lakukan secara berkala. Atau satu bulan sekali,” kata Ketua KPU Siantar mengakhiri. (In)






