SIANTAR, SENTERNEWS
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Siantar yang sudah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sebanyak 25 unit. Sedangkan SPPG yang sudah beroperasi sebanyak 39 unit.
”Pengurusan SLHS setelah SPPG beroperasi karena harus dilengkapi berbagai peralatan di bagian dapur dan kemampuan para pekerja atau relawan terkait pemahaman pangan,” kata Plt Kadis Kesehatan Kota Siantar, Urat Hatoguan Simanjuntak, Rabu (01/04/2026).
Kelengkapan peralatan itu, mulai persiapan bahan baku, pengolahan, distribusi MBG sampai kebersihan. Sedangkan soal pemahaman pangan, pekerja di SPPG mendapat pengetahuan melalui Pelatihan Pemahaman Pangan yang sudah beberapa kali dilakukan.
Setelah berbagai kelengkapan peralatan dan data tentang relawan disampaikan, Dinas Kesehatan meneruskannya ke Laboratorium Kesehatan di Medan dan SPPG tersebut tetap dalam pengawasan.
“Proses pengurusan SLHS tidak langsung diterbitkan Dinas Kesehatan karena Laboratorium Kesehatan masih banyak memproses SPPG lainnya di Sumatera Utara. Artinya tetap ada daftar tunggu,” ujar Urat Hatoguan.
Sampai saat ini, Dinas Kesehatan sudah menerbitkan 25 SLHS untuk 25 SPPG di Kota Siantar. Selebihnya masih dalam proses di Laboratorium Kesehatan dan ada yang tahap pengumpulan data.
Sebelumnya, Haidar Alvin Zardar, Koordinator SPPG Wilayah Pematangsiantar mengatakan, SPPG yang dibutuhkan di Kota Siantar sebanyak 50 unit dan yang sudah beroperasi sebanyak 39 unit. Penerima manfaat per SPPG antara 1.500 sampai 2.500 orang.
Untuk pengurusan sertifikat SLHS dilakukan setelah SPPG beroperasi satu bulan setelah melengkapi berbagai perangkat dan MBG sudah didistribusikan kepada penerima manfaat.
Dijelaskan, sampai sejauh ini, belum ada masalah “krusial” soal penyaluran MBG kepada penerima manfaat yang terdiri dari pelajar, warga lanjut usia, ibu menyusui serta Balita. (In)






