Senter News
Minggu, 22 Maret 2026
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
No Result
View All Result
Senter News
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
Home NEWS HEADLINE
Santap nasi bungkus dan poster soal makan

Santap nasi bungkus dan poster soal makan

Demo Futasi di Depan kantor Wali Kota: “Ganas! Lapaar!!”

Penulis: Redaksi Senternews.com
26 September 2023 | 19:00 WIB
Rubrik: HEADLINE
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Telegram
  1. SIANTAR, SENTERNEWS 

Unjuk rasa  petani dari Forum Tani Sejahtera Indonesia (Futasi) di depan kantor Wali Kota Siantar yang mendapat pengawalan  puluhan pengaman dari Satpol PP dan personel Polres Siantar, memiliki berbagai dinamika, Selasa (26/9/2025).

Selain harus merasakan haus di tengah terik matahari sehingga tenggorokan yang kering hanya dibasahi dengan air mineral gelas merek murahan, petani yang mengelola lahan di Kelurahan Gurilla, Kecamatan Siantar Sitalasari Kota Siantar itu, tidak segan-segan berteriak, ”Lapaaaar!”.

Teriakan lapar sepertinya sangat beralasan. Karena, sekira  jam 12.00 Wib, berjengkal-jengkal perut beberapa pengunjukrasa mulai keroncongan karena  belum diisi. Ternyata,   teriakan lapar itu ditanggapi beberapa ibu-ibu atau “inang-inang” dengan membuka tas, mengeluarkan ubi rebus untuk dibagi kepada beberapa orang pengunjukrasa.

Meski ubi rebus itu disebut pengunjukrasa sebagai makanan rakyat jelata, tapi berhasil dikunyah dengan lahap. “Ganas! Ganas!” kata seorang lelaki setengah tua sambil mengunyah  ubi rebus yang sengaja dibawa dari Kelurahan Gurillla tepat tinggal pengunjuktrasa.

“Ganas maksudnya ganti nasi!” kata lelaki itu lagi untuk kemudian disambut pengunjuk rasa lain dengan teriakan,”Ganas! Ganas!”.

Ternyata, teriakan lapar itu ditanggapi pengunjukrasa yang berorasi dengan menggunakan pengeras suara.  Petani dikatakan sudah biasa menahan lapar dan berpanas-panasan saat mengelola lahan pertanian yang telah dirusak pihak PTPN III yang juga dikatakan sebagai pemegang Hak Guna Usaha (HGU).

“Walaupun kita lapar, tidak mungkin kita pulang tanpa membawa hasil. Disini kita lapar dan kalau pulang juga lapar. Untuk itu, lebih baik kita tetap disini. Bila perlu kita menginap  sampai mendapat kepastian,” kata seorang pengunjukrasa yang berorasi.

Mengamati dinamika itu, Junaedi Sitanggang sebagai Asisten III Pemko yang menerima pengunjukrasa tampak diam. Demikian juga para personel Satpol PP dan personel Polres Siantar. Sementara, saat azan sholat Zuhur berkumandang sekira jam 12.30 Wib, orasi dihentikan.

Jelang beberapa saat, ada beberapa inang-inang datang membawa nasi bungkus dalam kantong kresek. Kemudian, nasi bungkus itu dibagi kepada beberapa pengunjukrasa lainnya.

Ketika nasi bungkus dibuka, lauknya ternyata hanya tempe goreng dan ada juga pakai bakwan. Dicampur sedikit sayur berkuah. Karena jumlahnya sangat terbatas, satu bungkus  disantap dua orang. Atau dua bungkus untuk tiga orang.

Di sela-sela pengunjukrasa menyantap nasi bungkus ala kadarnya itu, pihak Kepolisian melakukan mediasi antara Pemko Siantar dengan pengunjukrasa.  Seiring habisnya nasi bungkus yang dilahap, Yakop sebagai orator penghunjukrasa mengumukan hasil mediasi.

“Dari hasil kesepakatan kita dengan Pemko yang dimediasi pihak kepolisian, kita diminta  segera menyurati Wali Kota untuk melakukan audiensi dan kita segera menyuratinya. Tapi, kalau dalam seminggu ini tidak ada tanggapan dari Wali Kota, kita siap datang lagi dengan jumlah massa yang lebih besar,” kata Yakop.

Kemudian, masa aksi keluar dari halaman kantor Wali Kota. Namun, di depan pintu gerbang, mereka berdiri melingkar berpegangan tangan menghadap keranda yang diusung pengunjukrasa bertuliskan,”RIP Wali Kota Siantar”.

Diiringi lagu perjuangan, pengunjukrasa bergantian menabur bunga warna warni di atas keranda dan keranda itu akhirnya dibakar. Selanjutnya pengunjukrasa membubarkan diri dengan tertib. (In)

ShareSendShare

Berita Terkait

HEADLINE

Soal Dugaan Mark Up Eks Rumah Singgah Covid-19 Rp14,5 Miliar, DPRD Siantar Tunggu  Hasil Kajian Kejagung

18 Maret 2026 | 18:29 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Terkait Dugaan Penyimpangan Prosedur Administrasi dan Dugaan Mark Up Harga Pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar...

Read moreDetails
HEADLINE

Demo Soal Dugaan Mark Up & KKN Rp14,5 Miliar di Kejagung “Panggil dan Periksa Walikota Siantar !”

13 Maret 2026 | 16:38 WIB

JAKARTA, SENTERNEWS Dugaan mark up pembelian eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar  tahun  2025 yang dilakukan Pemko Siantar sesuai...

Read moreDetails
HEADLINE

Mark Up Pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 Rp14,5 Miliar, Resmi Diserahkan DPRD Siantar ke  Kejagung  

5 Maret 2026 | 14:42 WIB

SIANTAR,SENTERNEWS Dugaan mark up pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar hasil temuan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Siantar, resmi...

Read moreDetails
Juru Bicara  Fraksi DPRD Siantar
HEADLINE

Mark Up Pembelian Eks Rumah Singgah Rp 14,5 Miliar, Mayoritas Fraksi Setuju ke Kejagung

26 Februari 2026 | 22:02 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Dugaan Penyimpangan Prosedur Administrasi dan Dugaan Mark Up Harga Pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar yang...

Read moreDetails
Pansus serahkan hasil kerja kepada pimpinan DPRD S|iantar
HEADLINE

Kasus Pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 Rp14,5 Miliar Menyalahi & Pansus DPRD Siantar Minta Disampaikan ke Kejagung

26 Februari 2026 | 14:06 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Terkait  pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar lebih yang dilakukan Pemko Siantar diminta  agar dilaporkan kepada...

Read moreDetails
HEADLINE

Meski Kenaikan NJOP 1.000 Persen Sudah Ditinjau, Malah Ada Tambah Naik

13 Februari 2026 | 08:29 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Dari hasil peninjauan kembali terkait kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (JOP) yang dilakukan Pemko Siantar, ada yang mengalami...

Read moreDetails

Berita Terbaru

ANEKA RAGAM

Suasana Masih Lebaran, Pedagang Ikan Basah di Pajak Parluasan Siantar Sepi

22 Maret 2026 | 09:22 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Pemkab Simalungun Gelar Shalat Idul Fitri 1447 H di Halaman Kantor Bupati

22 Maret 2026 | 08:54 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kapolres Simalungun: Wisatawan Meningkat 40 Persen, “Periksa Ketat Alat Kelayakan Keselamatan di Pelabuhan”

21 Maret 2026 | 20:14 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kapolres Simalungun Lakukan Pengecekan Kapal Wisata: “Utamakan Keselamatan”

21 Maret 2026 | 17:46 WIB
ANEKA RAGAM

Walikota Siantar  Bersama Unsur Forkopimda Lepas  Pawai Takbir  Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M

21 Maret 2026 | 08:18 WIB
ANEKA RAGAM

Pawai Obor 1000 Obor BKM Masjid Raya Siantar Semarakkan Malam Takbiran Hari Raya Idul Fitri 1447 H

21 Maret 2026 | 08:16 WIB
ANEKA RAGAM

Sholat Idul Fitri 1447 H Muhammadiyah Kota Siantar, Aman dan Kondusif

20 Maret 2026 | 10:04 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kapolres Simalungun: Pintu Tol Panei Dibuka 07.00 WIB Sampai 21.00 WIB

19 Maret 2026 | 22:50 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Live Report Kapolres: Arus Lalu Lintas Meningkat, Jalur Lingkar Luar Parapat Bantu Urai Kemacetan

19 Maret 2026 | 19:48 WIB
NASIONAL

Di Bawah Bayang-Bayang Teror: Masa Depan Demokrasi Dipertaruhkan

18 Maret 2026 | 22:39 WIB
HEADLINE

Soal Dugaan Mark Up Eks Rumah Singgah Covid-19 Rp14,5 Miliar, DPRD Siantar Tunggu  Hasil Kajian Kejagung

18 Maret 2026 | 18:29 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Maling Dua Sepeda Gunung Senilai Rp 44 Juta Diringkus Polsek Perdagangan

18 Maret 2026 | 18:26 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
  • Visi & Misi

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata