SIMALUNGUN,SENTERNEWS
Warga menemukan Marjuki (52) tertimpa kereta dalam keadaan tak bernyawa di bawah jembatan jembatan Bah Kartadi Sungai Udang, Huta Marigat Bayu Nagori Bahjoga, Kecamatan Jawa Maraja Bahjambi, Kabupaten Simalungun, Selasa (2/1/2024).
Awalnya, sekira jam 10.30 Wib, warga Huta Marihat Bayu Nagori Bahjoga, Abdul Hamid (52) dan Koko (40), melihat ada sosok mengapung di bawah jembatan. Karena curiga dan didekati, ternyata sosok mayat yang ditimpa sepeda motor Honda Supra X 125 BK 6025 WM.
Temuan itu akhirnya diberitahu kepada warga sekitar yang kemudian berkumpul menyaksikan dari atas jembatan. Sementara, korban diketahui merupakan warga Huta Jawa Maligas, Nagori Mancuk, Kecamatan Hutabayu Raja Kabupaten Simalungun.
Jelang beberapa saat, personel Polsek Tanah Jawa tiba di lokasi. Bahkan, hadir juga Plt Camat Jawa Maraja Bah Jambi H Lumbangaol, Tim BPBD, Kasi Trantif N Simamora, Pangulu Nagori Mancuk, Pangulu Nagori Bahjoga dan keluarga korban.
Kapolsek Tanah Jawa Kompol Manson Nainggolan SH MSi membenarkan temuan tersebut setelah mendapat kabar dari Pangulu Nagori Bahjoga Yuky Murdyansyah S Pdi. “Saat ditemukan, mayat lelaki berpakaian lengkap itu mengambang di permukaan air dengan posisi telungkup. Tapi, kaki tertimpa kereta,” ujar Kapolsek Tanah Jawa.
Dijelaskan, setelah dilakukan olah TKP, tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan pada bagian tubuh korban. Namun, korban mengalami luka luka memar, robek pada bagian kening, muka, telinga, lengan dan betis korban serta lidah korban juga tergigit.
Ketika jenazah dievakuasi bersama BPBD dari pinggir sungai tersebut, pihak keluarga mengatakan bahwa pihaknya mengaku sudah kehilangan kontak sejak malam Tahun Baru, Minggu (31/12/2023).
Ada dugaan, sebelum kejadian, korban yang mengenderai sepeda motornya sendiri kurang hati-hati dan oleng. Sehingga masuk ke Sungai Udang yang tepiannya penuh batu. “Dari hasil pemeriksaan personel Unit Identifikasi bersama petugas Satlantas Polres Simalungun, korbana meninggal dunia di TKP.
“Kalau barang-barang milik korban seperti sepeda motor masih lengkap dan tidak ada yang hilang,” ujar Kapolsek Tanah Jawa.
Untuk memastikan penyebab kematian korban, Polsek Tanah Jawa meminta kepada keluarga agar dilakukan autopsi. Namun, pihak keluarga menyatakan ikhlas atas meninggal korban. Sehingga, tidak dilakukan autopsi. Kemudian, bersedia membuat surat pernyataan tidak keberatan dan tidak menuntut di belakang hari.
“Pihak keluarga korban menolak jenazah diautopsi juga karena ingin jenazah korban segera dimakamkan dan itu sesuai dengan hasil musyawarah pihak keluarga korban yang sudah berkumpul di rumah duka,” kata Kapolsek Tanah Jawa.
Informasi yang dihimpun, setelah jenazah korban di bawa ke rumah duka, menjelang sosre harinya, dikebumikan di pemakaman umum Nagori Mancuk. (In)






