SIMALUNGUN, SENTER NEWS
Hujan deras diiringi angin puting beliung, Minggu (14/5/2023) sekira jam 14.30 Wib, rusak 42 rumah warga di Nagori Siborna, Kecamatan Pane dan Nagori Tiga Bolon, Kecamatan Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun.
Meski saat ini kondisinya sudah kondusif, Selasa (16/5/2023), diantara 42 rumah itu mengalami rusak. Terdiri dari 17 rumah rusak berat. Dan 26 rumah rusak ringan. Mayoritas bagian seng rumah beterbangan. Sedangkan korban jiwa dan luka-luka nihil.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muharoi melalui keterangan pers menjelaskan, Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun telah diturunkan ke lokasi kejadian.
Tujuannya, melakukan assessment dan memberikan bantuan logistik kepada warga terdampak. Selain itu, BPBD Provinsi Sumatera Utara juga telah meneruskan informasi kepada BPBD Kabupaten/Kota setempat. Menghimbau kepada masyarakat agar waspada terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.
Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun, Resman Saragih melalui Sekretaris Manaor Silalahi membenarkan, hasil pendataan awal, ada 42 rumah warga rusak berat dan ringan.
Rinciannnya, di kecamatan Panei, 8 rumah rusak berat dan ringan. Sedangkan di Kecamatan Sidamanik, sebanyak 34 rumah warga rusak berat dan ringan. “Kerugian sekitar Rp 600 juta lebih,” ujarnya.
Selain pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun, personel Babinsa jajaran Kodim 0207/Simalungun juga turun ke lokasi bencana yang saat ini sudah mulai kondusif.
Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf Hadrianus Yossy SB SIPem MHan yang memerintahkan agar personel turun ke lokasi untuk turut memperbaiki atap sengnya rumah yang rusak. Hal itu sebagai wujud kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat. Khususnya cepat tanggap dan siap siaga terhadap bencana alam.
“Kondisi cuaca yang tidak menentu bahkan cenderung ekstrim, masyarakat tentu harus tetap waspada. Apalagi musim hujan diikuti angin kencang akan berdampak langsung kepada masyarakat,” terang Dandim.
Sebelumnya, BNPB juga menghimbau kepada pemerintah setempat dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan. Upaya mitigasi seperti pemangkasan ranting, batang dan cabang pohon, pemantauan papan reklame, penguatan struktur bangunan rumah dan gedung, serta penataan kembali kabel listrik.
Ketika terjadi hujan dan angin kencang, hindarilah berteduh di bawah bangunan yang rapuh, tiang listrik, papan reklame dan material berat lainnya agar terlindungi dari bahaya. (In)






