SIANTAR,SENTER NEWS
Maraknya aksi begal di Kota Medan, ternyata membuat warga Kota Siantar jadi ikut was-was. Selain begal diharap tidak menular sampai ke Siantar, para orang tua meminta anak-anak mereka yang kuliah di Medan tidak keluar malam.
Khusus untuk mengantisipasi begal di Kota Siantar, Komisi III DPRD Siantar malah meminta kepada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kota Siantar agar menyalakan lampu jalan yang padam di sejumlah lokasi.
“Kemarin melalui rapat kerja dengan PRKP, kita minta supaya menyalakan lampu jalan yang padam. Siantar harus terang untuk mengantisipasi munculnya aksi begal. Itu harapan kita supaya Siantar tetap aman dan kondusif,” ujar Ketua Komisi III DPRD Siantar, Denny H Siahaan, Minggu (30/7/2023).
Dijelaskan juga, pada rapat kerja dengan PRKP itu, ada sejumlah lokasi yang gelap pada malam hari karena lampu jalan tidak berfungsi. Antara lain di Kelurahan Kahean, Kelurahan Bane dan di sejumlah jalan lainnya di sekitar pinggiran kota. Seperti Jalan Rakuta Sembiring.
Sementara, Fawer Sihite sebagai Ketua Institute Law And Justice (ILAJ) yang mengamati soal maraknya aksi begal di Kota Medan juga mengatakan agar aksi begal jangan sampai menular ke Kota Siantar.
“Kita selalu mengikuti bagaimana merajalelanya begal di Medan apalagi ribuan orang sudah menjadi korban. Akibatnya, sangat berdampak negatif bagi pertumbuhan Kota Medan,“ ujar Fawer yang selalu kritis menyuarakan kepentingan masyarakat apalagi terkait nilai-nilai keadilan dan penegakan hukum di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara.
Bukan hanya orang Medan takut keluar dari rumah pada malam hari. Orang dari luar Medan juga merasa was-was dan takut datang ke Medan. Selain itu, anak-anak Siantar yang berkuliah di Medan juga selalu dikawatirkan para orang tuanya agar selalu berhati-hati.
“Dengan adanya tindakan tegas seperti yang dikatakan Wali kota Medan, Muhammad Bobby Nasution supaya begal ditindak serius perlu diapresiasi. Karena, itu bisa membuat para begal di luar Kota Medan khususnya di Kota Siantar takut beraksi,” ujarnya.
Sementara, sejumlah orang tua yang tinggal di Siantar tetapi anaknya berkuliah di Medan membenarkan bahwa mereka berusaha mengingatkan putra-putri mereka supaya berhati-hati kalau keluar rumah pada malam hari.
“Anak saya kuliah di USU selalu saya ingatkan supaya lagi keluar dari tempat kost malam hari. Kita sendiri kawatir mereka akan jadi korban. Apalagi pernah ada mahasiswa yang menjadi korban,” ujar Nasution warga Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur.
Terkait begal di Kota Siantar, dikatakan pernah marak dan beberapa bulan terakhir ini mulai sepi. Namun, pihak kepolisian juga diharap tetap aktif dan rutin melakukan patroli.
Sementara, untuk menditeksi keberadaan begal, Pemko Siantar memasang enam CCTV di sejumlah lokasi Kota Siantar. Seperti di Simpang Sambo, Rambung Merah, Simpang Dua, Jalan MH Sitorus, Jalan Sudirman, dan Jalan Merdeka depan Lapangan Merdeka.
Kadis Kominfo Kota Siantar, Johannes Sihombing mengatakan, pemasangan CCTV itu pada dasarnya implementasi Smart City yang secara online dapat dipantau masyarakat melalui website resmi Pemko Siantar. Sehingga terpantau kondisi lalu lintas dan pemantauan kemacetan lalulintas khususnya saat arus mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri dan Nataru.
“Rekaman CCTV dapat juga bermanfaat seketika dibutuhkan aparat penegak hukum apabila ada kejadian-kejadian gangguan Kamtibmas. Termasuk mengetahui tentang aksi begal,” ujar Johannes Sihombing. (In)






