SIANTAR, SENTER NEWS
Beberapa minggu terakhir di beberapa lokasi pemukiman masyarakat kota Siantar, monyet mulai banyak berkeliaran. Meski tidak diketahui datang dari mana, yang jelas masyarakat mulai kawatir kalau dapat mengusik ketentraman.
“Monyet yang berkeliaran itu ditemukan di sejumlah lokasi. Termasuk di depan rumah saya, Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Siantara Marihat,” ujar Kadis Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Siantar, Robert Samosir, Kamis siang (14/9/2023).
Selain itu, monyet juga ditemukan di sekitar Kelurahan Kahean menuju Perumahan Meranti, Kecamatan Siantar Utara, Kelurahan Bah Kapul dan Bah Sorma Kecamatan Siantar Sitalasari dan Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur.
Dijelaskan juga, keberadaan monyet yang berkeliaran itu pada dasarnya masih di sekitar pinggiran kota. Belum masuk ke inti kota. “Ya, belum masuk dan kita harap tidak masuk ke inti kota,” ujarnya.
Dijelaskan, tugas dan fungsi Dinas Damkar dan Penyelamatan bukan hanya untuk pemadaman kebakaran. Karena ada kata penyelamatan, juga bertugas atau berwenang melakukan pengamanan atau pertolongan terhadap hal yang terjadi di masyarakat.
Terkait penangkapan atau pengusiran monyet, Damkar dan Penyelamatan belum memiliki senapan bius yang juga dapat digunakan untuk menangkap hewan liar lainnya. Selain itu, peralatan yang juga dibutuhkan, alat menangkap ular atau hewan liar, pakaian anti tawon dan alat pemotong cincin yang sulit dilepas dari jari.
“Pada bulan lalu, kita sudah mengusir tawon dengan cara manual dan membuka cincin yang sulit lepas dari jari masyarakat dengan manual. Kita juga pernah dipanggil mengusir ular di rumah warga,” kata Robert Samosir.
Lebih lanjut dikatakan, soal berbagai peralatan pengamanan terhadap hewan liar maupun pakaian anti tawon serta alat untuk memotong cincin maupun soal monyet, sudah disampaikan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPRD Siantar.
RDP dalam rangka pembahasan Perubahan (P) APBD Siantar Tahun 2023 yang dipimpin, Andika Prayogi Sinaga itu, berlangsung di ruang Fraksi Gabungan DPRD Siantar, Kamis pagi, (14/9/2023).
Bahkan, soal monyet yang berkeliaran juga diketahui Tongam Pangaribuan personel Komisi I. Harapannya, keberadaan monyet dimaksud tidak menganggu kenyamanan masyarakat. Kemudian, terkait pengadaan peralatan pengamanan yang dibutuhkan tentu bisa diusulan pada Rancangan APBD Siantar 2024.
Saat RDP tersebut, Robert Samosir mengatakan, Pemko memiliki 5 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar). Namun, hanya satu unit yang sehat. Empat unit lagi dikatakan sakit. Karena, ada tangki yang bocor dan mesin penyemprotan yang tidak maksimal membuat daya tembak air terbatas.
Terkait dengan mobil Damkar, Andika Prayogi Sinaga ketua Komisi I mengatakan memang sangat dibutuhkan. Karena, saat ada kebakaran, harus cepat tiba di lokasi. Untuk itu, Komisi I menyatakan agar pengadaan mobil Damkar yang harganya Rp 4,5 miliar per unit diusulkan saja pada Rancangan APBD 2024.
Kemudian, soal perbaikan mobil Damkar rusak yang diajukan pada P APBD Siantar 2023, pada dasarnya siap diperjuangan Komisi I pada rapat Badan Anggaran. “Damkar merupakan garda terdepan saat terjadi kebakaran dan soal pemeliharaan mobil Damkar juga perlu diperhatikan,” ujar Andika Prayogi. (In)






