SIANTAR, SENTER NEWS
Maraknya aksi kejahatan di kota Siantar membuat masyarakat resah dan geram. Selain jamret di jalanan dan pencurian sepeda motor, rumah juga dibobol untuk menggondol, uang kontan, hanphone, laptop, bahkan tabung gas dan perkakas dapur seperti panci.
Seperti yang terjadi di Tomuan, Kecamatan Siantar Timur Kota Siantar. Khususnya di sekitar Jalan Pattimura dan Jalan Siatas Barita. Jumlah korban pada dua tahun terakhir diperkirakan sudah seratusan orang. Dan paling jadi sasaran adalah HP.
“Maling sudah sangat meresahkan. Karena, korban terus bertambah. Termasuk saya sendiri. Jadi, masyarakat sebenarnya sudah geram. Bahkan, kalau ketangkap basah, maling itu bisa dimassakan,” ujar Bill (23), warga Tomuan, Sabtu (1/4/2023).
Dijelaskan, korban terakhir, Jumat (31/3/2023), maling membobol rumah S Matondang di Gang H Rupino. Saat malam maling beraksi, Matondang sedang bekerja dan rumahnya dalam keadaan kosong. Maling yang masuk dengan merusak pintu belakang, berhasil menggondol tabung gas dan televisi 21 Inci.
Anehnya maling itu tidak membawa laptop dan HP yang terletak di atas meja tak jauh dari tempat televisi. ”Mungkin karena lampu mati atau malingnya kesiangan, maling tidak melihat laptop dan HP,” ujar Bill.
Dijelaskan, masyarakat sebenarnya mencurigai bahwa maling tersebut adalah warga yang sudah mengetahui benar kondisi sekitarnya. Namun, belum punya bukti kuat untuk bertindak. Sedangkan sebelumnya, ada maling mencuri HP dan laptop yang ketahuan. Hanya saja, korban tidak mau melapor ke Polisi dan diselesaikan dengan cara damai.
Karena pelaku tidak dilaporkan ke Polisi untuk ditangkap dan dipenjarakan aksi pencurian terus terjadi. Parahnya lagi, maling tidak memandang siapa korban. Jangankan orang tergolong kaya, anak yatim, janda miskin dan orang miskin lainnya malah jadi sasaran.
“Maling itu beraninya di kampung sendiri karena sudah hapal betul dengan situasi. Mengetahui mana rumah yang ditinggal penghuninya dan mana rumah yang gampang dibobol, Kalau main di luar pasti tidak berani karena takut dimassakan kalau ketahuan,” ujar Bill.
Akibat banyaknya korban dan masyarakat sudah begitu resah, ada yang mulai berencana memassakan maling kampung itu. Bahkan, akhir-terakhir ini masyarakat mengetahui bahwa maling yang sudah dikenal itu sering berteman dengan anak remaja tanggung yang diduga dijadikan teman untuk beraksi.
Karena maling masih tetap mencari mangsa dan korbannya malah terus berjatuhan, masyarakat mulai berjaga-jaga. Ada yang membentuk group WA “Maling” yang kalau ada yang mencurigakan akan saling memberitahu. Selain itu, ada yang mempersiapkan senjata seperti parang dan alat pemukul seperti besi maupun gagang cangkul.
“Ya, aku sendiri sudah persiapkan senjata di rumah, kalau malingnya masuk aku hajar dan kuteriaki supaya dimassakan sampai babak belur. Setelah itu baru diserahkan ke Polisi,” ujar warga bermarga Nasution sembari berharap agar sesama warga harus tetap saling perduli. Apalagi menjelang Idul Fitri ini, maling diperkirakan semakin aktif.
Dari hasil jejak pendapat dengan sejumlah warga, yang namanya maling kampung itu memang tidak perduli akan mendapat “bala” apalagi hasil dari aksinya diperkirakan dijadikan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Namun, paling ironis, aksi pencurian itu sebenarnya dipicu dengan maraknya pengguna Narkoba di kalangan anak-anak muda dan remaja yang rata-rata tidak punya kerja atau pengangguran. Karena tidak punya uang untuk beli Narkoba, terpaksa harus mencuri.
“Jadi, sekarang sudah pantang silap, kalau dapur terbuka dan kebetulan ditinggal sebentar, tabung gas bisa lewat. Kalau ada yang kecurian, yang disalahkan bukan lagi maling. Tapi, korban yang kehilangan karena dibilang lengah,” ujar warga yang akrab dipanggil Ucok.
Karena pemicu aksi pencurian berawal dari penggunaan Narkoba yang pengangguran, masyarakat sangat berharap kepada aparat kepolisian untuk ekstra memantau Kelurahan Tomuan khususnya di sekitar Jalan Siatas Barita dan Pattimura.
“Masyarakat bersedia bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk menangkap para pengguna Narkoba itu. Ini hapan masyarakat supaya Tomuan bersih Narkoba sekaligus bersih dari para maling. Karena, anak-anak muda yang baik-baik bisa terpengaruh dan masa depan mereka jadi terancam,” ujar warga lainnya.
Dijelaskan, lokasi di Kelurahan Tomuan khususnya di sekitar Jalan Pattimura dan Siatas Barita ada sungai Bah Bolon dan pinggir sungai itu sangat strategis dijadikan lokasi untuk menggunakan Narkoba. (In)






