SIMALUNGUN,SENTERNEWS
Kematian pria, Chu Wan Lee Simanjuntak (37) yang ditemukan mengapung di aliran bondar (irigasi) Simpangan Bolon, Kelurahan Huta Bayu, Kecamatan Huta Bayu Raja, Kabupaten Simalungun, masih misterius.
“Kalau penyebab kematian korban sudah terungkap lewat otopsi. Namun, motif di balik kejadian ini masih terus didalami Tim Identifikasi (Inafis),” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Simalungun AKP Herison Manullang SH, Kamis (11/2/2026).
Dijelaskan, korban berstatus wiraswasta, warga Sipintu Pintu, Kelurahan Huta Bayu, Kecamatan Huta Bayu Raja itu ditemukan warga, Rabu (11/02/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Selanjutnya, jajaran Polsek Tanah Jawa langsung turun ke lokasi.
Langsung dipimpin Kapolsek Tanah Jawa Kompol Banuarea Manurung SH bersama, Kanit Reskrim IPTU Fritsel G. Sihotang SH MH, Pawas IPDA WO Silitongan dan beberapa personel lainnya.
Saat tiba di TKP, petugas mendapati jenazah sudah diangkat warga dan diletakkan di pinggir bondar. Kemudian, Tim Inafis Polres Simalungun yang terdiri dari Aipda Owen Saragih dan Aipda Sujid Saputra melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah.
“Ditemukan luka-luka di bagian kepala dan wajah korban yang mencurigakan,” AKP Herison Manullang sembari mengatakan Tim Inafis sudah melakukan olah TKP secara menyeluruh.
Beberapa barang bukti penting berhasil diamankan, termasuk botol bir hitam yang ditemukan di lokasi. Informasi dari saksi-saksi menyebutkan, sebelum korban ditemukan, berada di warung tuak. Sepeda motor korban ditemukan di lokasi berbeda dari TKP penemuan jenazah.
Setelaj mengamankan barang bukti dan melakukan introgasi terhadap sejumlah saksi, jenazah dibawa ke RSUD Djasamen Saragih Kota Siantar untuk otopsi.
Hasil otopsi pemeriksaan luar dan dalam ditemukan pendarahan di rongga kepala yang ditandai dengan adanya darah di dalam rongga kepala serta patah atau retak tulang dasar tengkorak (fraktur basis cranii).
Ada juga luka lecet antemortem atau luka sebelum kematian hampir di seluruh wajah, luka robek di kepala kiri luar, dahi kiri dan kanan, kelopak mata, serta pangkal hidung.
“Hasil otopsi menunjukkan korban mengalami pendarahan di rongga kepala akibat trauma tumpul. Pendarahan ini mengganggu sistem saraf pusat pernapasan yang berujung asfiksia atau mati lemas. Itu penyebab kematiannya,” ungkap Kasat Reskrim.
Selain luka antemortem, ditemukan juga luka lecet postmortem atau luka setelah kematian di tangan, kaki, dan punggung. Sumber trauma yang menyebabkan kematian adalah trauma tumpul, namun bagaimana trauma itu terjadi masih menjadi fokus penyelidikan.
“Hasil otopsi Tim Inafis, Penyebab kematian sudah jelas. Tapi motif dan kronologi lengkap masih terus didalami,” tegas AKP Herison sembari mengatakan bahwa korban telah diserahkan klepada pihak keluarga .
Dikatakan juga, apakah ini kecelakaan, perkelahian, atau ada unsur lain, semua masih dalam penyelidikan intensif .”Tim Inafis telah bekerja maksimal dengan dokumentasi lengkap. Situasi di lokasi aman dan kondusif. Penyelidikan terus berlanjut hingga motif terungkap tuntas,” tutup Kasat Reskrim. (In)






