SIANTAR, SENTERNEWS
DP Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Siantar melalui Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Islam, kembali gelar Safari Subuh Berjemaah. Teranyar berlangsung di Masjid Al Ikhlas, Jalan Nagur Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar, Minggu (29/10/2023).
Usai sholat subuh berjemaah yang diikuti sekitar 90-an jemaah lelaki dan perempuan itu, Dr Muhammad Zen M Pd, Ketua Komisi Dakwah sebagai moderator menyampaikan, Safari Subuh Berjama’ah sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu dengan mengunjungi sejumlah masjid secara bergilir.
Selanjutnya, sambutan mewakili DP MUI Kota Siantar disampaikan Al Ustadz Fakhruddin Sagala M Pd. Di awali dengan memperkenalkan pengurus MUI yang yang hadir. Kemudian, menyampaikan sejumlah program, fungsi dan tugas DP MUI Kota Siantar.
Dijelaskan, tujuan Safari Subuh pada dasarnya untuk menjemput permasalahan keummatan di sekitar masjid. Kemudian, menghimbau kepada jemaah agar senantiasa mempererat ukhuwah Islamiyah menuju kontestasi demokrasi Pemilu 2024 mendatang. Tak lupa selalu mendoakan rakyat Palestina yang sedang berjuang menghadapi penjajahan zionis.
Sedangkan Al Ustadz Dr H Maranaek Hasibuan MA melalui tausiahnya menjelaskan berbagai dinamika yang terjadi saat ini. Terutama di saat tahun politik atau menjelang Pemilu 2024 yang dihubungkan dengan “hate speech” sebagai ujaran kebencian yang berdampak buruk terhadap persatuan dan kesatuan bangsa.
Hal itu dikatakan terjadi karena ummat tidak menghadirkan Allah SWT dalam diri masing-masing. Contoh, laut tidak terintervensi dan tidak mengintervensi. Penceramah menggambarkan bagaimana enaknya makan untuk menjawab tentang lapar. Kemudian, bagaimana enaknya tidur ketika mengantuk.
“Konklusinya adalah melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan Nya yang didominasi dengan dengan taqwa sebagai kunci. Shalat, ibadah hidup dan mati hanya diintervensi Allah SWT,” terang Al Ustadz Dr H Maranaek Hasibuan MA.
Dijelaskan juga, semua makhluk Allah SWT ada ruh Allah SWT, maka muliakanlah, jangan menghina dan melakukan fitnah. Kemudian, dalam menilai orang lain harus mengedepankan positif thinking. Karena, yang mutlak adalah perubahan,
Dari hasil tausiah, dapat disimpulankan agar segala sesuatu kebaikan dilakukan dengan ikhlas tanpa intervensi. Adil dalam posisi marah atau tidak, sederhana dalam keadaan kaya maupun miskin. Kemudian, jadikan tutur sapa sebagai zikir.
Pada kesempatan tersebut, dilakukan tanya jawab yang berlangsung begitu komunikatif. Seperti yang disampaikan Ketua MUI Kecamatan Siantar Martoba dan Ketua MUI Kecamatan Siantar Utara. Khususnya menyinggung tentang hidup yang tidak diintervensi, hanya Allah yang dapat mengintervensi.
Usai tausiaha, Dr Muhammad Zen M Pd sebagai moderator menyimpukan agar senantiasa melakukan amar ma’ruf nahi mungkar. Setelah ditutup dengan doa, dilakukan serapan pagi bersama. (In)






