SIANTAR, SENTER NEWS
Karena Narkoba merupakan kejahatan luar biasa, yang harus diberantas dengan cara luar biasa juga, sejumlah Kapolda se Indonesia dipanggil Presiden ke Istana Negara. Setelah itu, Kapolda Sumatera Utara berhasil menangkap 101 pemain Narkoba.
Pernyataan itu disampaikan Kapolres Siantar AKBP Yogen Heroes Baruno SH SIK, nara sumber Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Pencegahannya yang digelar Gerakan Anti Narkoba Annar (Ganas) Annar DP Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kota Siantar, Sabtu (16/9/2023).
Pada kegiatan dengan peserta pelajar tingkat SMA/MA dan mahasiswa di aula DPMUI Kota Siantar itu, Kapolres menjelaskan, 101 pelaku yang ditangkap berasal dari 28 jajaran Polres se Sumatera Utara.
Pada saat Kapolres yang baru sekitar 2 bulan menjabat di Kota Siantar itu selesai memaparkan presentase, tidak ada tanya jawab dengan peserta sosialisasi karena waktu Kapolres sangat terbatas dan terpaksa buru-buru meninggalkan acara.
Sebelumnya, Boy Iskandar Warongan sebagai ketua panitia mengatakan, sosialisasi yang dihadiri 90 peserta itu juga menampilkan nara sumber Ketua MUI Kota Siantar Drs H M Ali Lubis, pengelola Panti rehabilitasi Khalid Bin Walid Medan dan seorang mahasiswa yang sempat menjalani rehabilitasi selama 6 bulan.
“Tujuan kegiatan ini untuk memberi pemahaman kepada pelajar dan mahasiswa tentang bahaya penyalahgunaan Narkoba. Kemudian, membentuk karakter pelajar untuk menjauhi dan anti Narkoba,” ujar Boy yang dikenal sebagai anggota DPRD Siantar itu.
Dijelaskan, Ganas Annar sebagai lembaga bentukan MUI memilik tugas utama, mengedukasi, sosialisasi, kerja sama, publikasi bahaya penyalahgunaan dan pencegahan Narkoba.
Sementara, sekretaris Umum DP MUI Kota Siantar H Ahmad Ridwansyah Putra yang membuka sosialisasi berharap agar para peserta mencermati materi dari dari para nara sumber untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Pencegahan jauh lebih baik,” imbuhnya.
Ketua MUI Kota Siantar, Drs H M Ali Lubis memaparkan Indonesia yang masuk kategori darurat Narkoba telah merasuk ke berbagai kalangan usia. Bahkan, tidak hanya diperkotaan, juga masuk ke gang-gang dan pedesaan. Korbannya, para generasi muda.
“Narkoba musuh bersama dan Narkoba itu bahaya di atas bahaya. Lebih bahaya dari kejahatan lainnya. Untuk itu, jangan pernah mendekati Narkoba apalagi jaringannya begitu rapi,” ujar Drs H M Ali yang juga paparkan ilustrasi seorang penjahat di zaman nabi Musa namun di ujung ajal, akhirnya bertobat.
Pada sosialisasi tersebut, dipilih 6 peserta sebagai Duta Anti Narkoba Ganas Annar MUI Kota Siantar yang diharap menjadi pelopor bagi kalangan sebaya untuk menghindari bahaya penggunaan dan peredaran dan pemberantasan Narkoba.
Sementara, Ketua Dewan Dewan Pertimbangan MUI Kota Siantar, H Rafii Nasir BA yang menutup sosialisasi berharap kepada para peserta dapat menjaga diri dan keluarga maupun lingkungannya dari bahaya Narkoba. (In)






