SIANTAR SENTERNEWS
Group Whats App (WA) Parkampung Melayu merasa prihatin melihat kondisi lelaki renta sebatang kara, Anwar (87) yang sedang sakit dan hanya terbaring di tempat tidur rumahnya, Gang Sewu, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar.
Saat mengunjungi lelaki yang tidak memiliki anak dan istri karena tidak pernah menikah itu, Group WA Parkampung Melayu dengan Ketua Rahmad Dalimunte didampingi pengurus lainnya mengetahui, kakek Anwar selama ini hanya diasuh Andi (53) yang mengontrak rumah sederhana milik kakek Anwar.
“Waktu kita mengunjungi Pak Anwar kondisinya cukup memprihatinkan,” ujar Ketua Rahmad Dalimunte, didampingi Sekretaris Susanti Siregar dan Bendahara Ruhaida Siregar, Senin (231/8/2023).
Dijelaskan, menurut keterangan Andi sebagai pengasuh Kakek Anwar kepada pengurus Group WA Parkampung Melayu, kakek Anwar tidak pernah mendapat bantuan sosial dari pemerintah. Karena, sama sekali tidak memiliki identitas.
“Kakek Anwar ini tadinya berprofesi sebagai juru parkir di Jalan Bandung Simpang Jalan Sutomo. Mungkin masyarakat pernah melihatnya, kalau berjalan, kakek ini selalu menunduk. Setelah mengalami sakit tua, akhirnya hanya bisa terbaring,” ujar Rahmad Dalimunte.
Lebih lanjut dijelaskan, Group WA Parkampung Melayu sepakat melakukan penggalangan dana dari kalangan internal untuk membantu kakek Anwar melalui Andi. Bahkan, telah menyalurkan bantuan berupa uang sejak Jumat (18/8/2023).
“Rencananya kita akan memberi bantuan sampai minggu depan. Selain untuk membantu kebutuhan makan sehari-hari, juga untuk berobat. Karena, Kakek Awar ini sering minta dikusuk,” ujar Rahmad Dalimunte.
Lebih lanjut dijelaskan, Kakek Anwar jelas sangat membutuhkan perhatian. Termasuk dari pemerintah atau dari siapa saja yang tergerak hatinya.Bantuan yang diberikan tentu sesuai kemampuan keuangan Group WA Parkampung Melayu.
Diinformasikan, Group WA Parkampung Melayu yang memiliki anggota sekitar 150 orang terdiri dari berbagai kalangan dan sudah dibentuk sejak 30 Mei 2019 lalu. Meski personel di dalamnya terdiri dari berbagai kalangan, bebas dari kepentingan politik.
“Ya, Group WA Parkampung Melayu dibentuk semata-mata sebagai wadah untuk silaturahmi. Sekaligus sharing dan saling memperhatikan di antar sesama. Tidak ada berorientasi untuk kepentingan politik, “ ujar Dalimunte.
Dijelaskan juga, keberadaan Group WA Parkampung Melayu mendapat dukungan penuh dari Lurah Melayu, Sugiarto SH. “Saat kita memberi bantuan sosial, juga diketahui Bapak Lurah, pada dasarnya beliau sangat mendukung,” ujar Dalimunte mengakhiri. (In)






