SIMALUNGUN, SENTER NEWS
Grand Final Danau Toba Rally 2023, Seri ke-4 sebagai bagian Asia Pacific Rally Championship (APRC) dan IMI National Rally Championship kembali digelar pada hari kedua, Sabtu (25/11/2023).
Dari 66 tim yang mengikuti start menjajal areal Hutan Tanaman Industri TPL Sektor Aek Nauli, Parapat, Kabupaten Simalungun itu hanya 37 tim berhasil mencapai garis finish.
Peserta yang mengalami kegagalan mayoritas di SS5 Negeri Dolok 1 Aek Nauli karena banyak kenderaan mengalami kerusakan. Meski secara teknis mengalami kendala, kegiatan berlangsung aman dan terkendali, hingga berakhir jam18.00 Wib.
Kejuaraan Danau Toba Rally 2023 merupakan ajang penting yang juga bertujuan untuk mempromosikan Indonesia sebagai tuan rumah FIA World Rally Championship pada tahun 2025. Seri ke-4 diikuti 70 peserta dari berbagai negara, termasuk Selandia Baru, India, Australia, Brazil, Portugal, dan Thailand.
Penyelenggaraan Grand Final FIA APRC ASIA CUP 2023 berlangsung mulai 24 sampai 26 November dengan 12 tahapan SS dan total lintasan mencapai 150,35 Km. Turut dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Ario Bimo Nandito Ariotedjo SH.
Kemudian, pembina IMI Sumut H Musa Rajeksah SSos MHum dan Ketua IMI Sumatera Utara Harun Mustafa Nasution. Kemudian, Ketua KONI Sumatera Utara, Jhon Ismadi Lubis, dan Kapolres Simalungun, AKBP Ronald F C Sipayung.
Soal pengamanan, Kapolres Simalungun, AKBP Ronald F C Sipayung, menjelaskan ada 200 personel gabungan yang dikerahkan, Terdiri dari Satuan Lalu Lintas, Satuan Sabhara, Satuan Intelkam, dan bantuan dari kesatuan lain termasuk TNI.
Strategi pengamanan yang dilakukan melalui koordinasi erat dengan panitia penyelenggara, berlangsung titik-titik strategis, pengaturan lalu lintas, serta pengamanan langsung di sepanjang lintasan rally.
“Kami juga melaksanakan patroli dan intelijen sebelum dan selama acara berlangsung,”ucap AKBP Ronald sembari mengatakan bahwa acara berlangsung aman dan lancer. Sedangkan tantangan terbesar, mengatur aliran lalu lintas dan memastikan keselamatan para peserta dan penonton. Terutama di lokasi yang memiliki risiko kecelakaan tinggi.
“Kami juga harus siaga terhadap faktor cuaca yang bisa mengubah kondisi trek secara tiba-tiba,” ungkap AKBP Ronald sembari mengatakan tidak ada insident atau kejadian yang menonjol selama pengamanan.
“Meski ada beberapa kendala teknis yang dialami peserta, terpenting semua bisa diselesaikan dengan baik dan tidak menimbulkan kecelakaan serius,.”kata AKBP Ronald yang juga berharap, melalui kegiatan berskala internasional seperti Danau Toba Rally itu, dapat semakin mempromosikan pariwisata Indonesia.
“Selain itu, tentunya saya berharap kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk lebih tertib dalam berlalu lintas dan meningkatkan kesadaran akan keamanan dan keselamatan,” katanya.(In)






