SIANTAR, SENTER NEWS
Saat musim hujan tiba seperti beberapa hari terakhir, sejumlah lokasi di kota Siantar menjadi langganan banjir. Akibatnya, masyarakat resah apalagi limpahan air dari drainase yang bercampur lumpur dan bau, masuk ke rumah warga.
Lokasi langgan banjir itu diantaranya, Jalan H Adam Malik dan Jalan Suprapto, Kelurahan Timbang Galung, Jalan Rajamin Purba depan SMP Negeri II, Kelurahan Bukit Sofa, Jalan Ade Irma dan Jalan Wahidin Kelurahan Melayu dan depan kantor MUI Siantar, Jalan Kartini serta di sejumlah lokasi lainnya.
Khusus di Jalan H Adam Malik dan Jalan Suprapto, Sabtu (20/5/2023), kondisi banjir cukup meresahkan masyarakat. Penyebabnya karena gorong-gorong di samping Bank Indonesia tidak berfungsi lagi dan dranase terlalu kecil. Sehingga tidak mampu menampung limpahan air dan genangan air sampai setinggi betis orang dewasa.
“Banjir di simpang Jalan Adam Malik dan Jalan Suprapto, karena gorong-gorang sudah tertutup dan drainase terlalu kecil. Akibatnya, air yang melimpah masuk ke rumah warga,” ujar Ucok sebagai Ketua RT setempat, Minggu (21/5/2023) .
Dijelaskan, ada 8 rumah warga yang terkena banjir. Saat hujan mulai reda dan banjir mulai mengecil, warga terpaksa harus membersihkan rumah masing-masing. “Saya sebagai RT bersama warga yang terkena banjir, minta kepada Pemko supaya memperlebar drainase dan memperbaiki gorong-gorong,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kiki Pospos yang rumahnya juga terkena banjir akibat hujan deras. “Drainasenya terlalu kecil, jadi air masuk ke rumah saya. Harusnya gorong-gorong yang sudah tidak berfungsi dibuka kembali dan drainase diperbaiki,” ucapnya
Sementara, Plt Kadis PUPR Kota Siantar, Junnaedi Sitanggang yang dikonfirmasi, tidak mengetahui persis dimana saja lokasi banjir yang terjadi di Siantar. Bahkan, meminta data kepada Senter News supaya bisa dicek langsung.
Ketika diberitahu lokasi banjir saat hujan tiba diantaranya, di Jalan H Adam Malik depan Cinderalas dan Jalan Suprapto, Jalan Rajamin Purba depan SMP Negeri II dan Jalan Wahidin dan depan Kantor MUI Siantar, Junaedi Sitanggang mengucvapkan terimaksih.
“Terimakasih informasinya, kita akan langsung cek,” ujarnya sembari mengatakan bahwa APBD Siantar 2023 ada mengalokasi dana perbagikan drainase. Namun, tidak mengetahui persis dimana saja lokasinya dan berapa besar anggarannya.
“Terimakasih informasinya, kita akan langsung turun ke lokasi,” ujarnya singkat melalui telepon seluler, Minggu (21/5/2023) sekira jam 14.40 Wib
Terpisah, anggota DPRD Siantar Andika Prayogi Sinaga SE, prihatin dengan kondisi banjir yang terjadi di sejumlah lokasi Kota Siantar. Penyebabnya, karena banyak drainase dan gorong-gorong tidak berfungsi dan tidak mampu menampung air karena terlalu kecil.
Ditegaskan, perbaikan atau pembangunan drainase selama ini tidak menerapkan skala prioritas. Pasalnya, ada drainase dibangun atau diperbaiki padahal belum kebutuhan karena bukan lokasi rawan banjir. Sementara, di lokasi rawan banjir karena drainase dan gorong-gorong tidak berfungsi, malah dibiarkan.
“Kita minta kepada Pemko Siantar melalui dinas terkait supaya lansgung turun ke lapangan dimana saja lokasi banjir. Jangan hanya diam saja. Kemudian, anggaran yang ada harus dipergunakan sesuai skala prioritas. Sesuai dengan kebutuhan,” tegasnya.
Dijelaskan juga, khusus banjir di Jalan H Adam Malik dan Jalan Suprapto sebenarnya sudah berlangsung lama. Tetapi tidak ada perhatian Pemko. “Akibatnya rakyat juga yang menjadi korban,” ujarnya.
Khusus banjir di Jalan H Adam Malik dan Jalan Suprapto itu, harus menjadi perhatian khusus untuk segera diperbaiki. Apalagi sudah ada anggaran pada APBD Siantar 2023. Kemudian, dalam waktu dekat sebelum dilakukan perbaikan, Camat Siantar Barat harus cepat tanggap menggerakkan seluruh elemen termasuk lurah untuk membersihkan drainase dan gorong-gorong supaya air berjalan lancar.
“Kita tunggu bagaimana kinerja PUPR Siantar. Apakah pembangunan drainase yang akan dilakukan tanpa memperhatikan kebutuhan atau tidak. Kalau itu terjadi, masyarakat bisa marah dan bukan tidak mungkin berunjukrasa menyampaikan aspirasinya,” ujar Andika Prayogi mengakhiri. (In/Ab)






