SIANTAR,SENTERNEWS
Hari Ulang tahun Cerita Siantar Dulu (CSD) ke II Tahun 2024 yang berlangsung sederhana dan penuh dengan kekeluargaan, ditandai dengan penyerahan santunan kepada anak yatim piatu dan berbuka puasa bersama.
Kegiatan yang berlangsung di Kerabat Kopi, Jalan Hokky, Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar itu dihadiri sekitar 40-an keluarga besar CSD. Termasuk bakal calon Walikota Siantar 2024-2029, Koni Ismail Siregar, Sabtu (30/3/2024).
Yudhi H Siregar sebagai Ketua CSD mengatakan, HUT ke II tersebut tidak jauh berbeda dengan perayaan HUT I yang berlangsung di Silampuyang, Kabupaten Simalungun yang berlangsung 27 Maret 2023 lalu.
“Kalau HUT kedua ini memang tidak bisa dilaksanakan sesuai tanggal kelahiran karena bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Jadi, hari inilah baru kita laksanakan,” kata Yudhi H Siregar di sela-sela kegiatan HUT kedua.
Dijelaskan, santunan kepada anak yatim piatu pada dasarnya sebagai sikap saling berbagi yang dananya sengaja dikumpul dari urung rembug para pengurus dan anggota CSD. ”CSD ini sebagai wadah silaturahmi untuk berkumpul dengan sesama teman yang tumbuh besar di era 80 dan 90-an,” ujarnya.
Sementara, Koni Ismail Siregar sebagai penasehat CSD mengatakan, wadah silaturahmi yang sudah dibentuk tahun lalu tersebut memiliki anggota dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi. Namun, memiliki visi dan misi yang sama untuk kemajuan Kota Siantar.
“Dalam CSD banyak cerita maupun kisah yang cukup manis sebagai kenangan yang sulit dilupakan. Apalagi masa 80 sampai 90-an, kota Siantar memiliki banyak keunggulan dibanding kota lain di Sumatera Utara,” ujarnya.
Untuk itu, muncul keinginan kembali mewujudkan kejayaan kota Siantar seperti tahun sebelumnya. Misalnya, Siantar yang berhasil meraih piala Adipura Kencana karena tiga kali berturut-turut menyandang predikat kota terbersih se Indonesia katori kota kecil semasa Walikota dijabat Zulkifli Harahap.
“Siantar sebagai kota pendidikan merupakan wajah lain untuk kota Siantar yang juga perlu diwujudkan dengan berbagai program strategis. Masalahnya, pendidikan di Kota Siantar saat ini kita akui tertinggal dibanding dengan daerah lain,” katanya.
Harapan Koni Ismail Siregar kepada masyarakat kota Siantar, mampu memberikan sumbangsih seperti ide maupun pemikiran untuk mewujudkan kota Siantar lebih baik dari kondisi sebelumnya. (In)






