SIANTAR, SENTER NEWS
Hujan deras yang membuat parit di Jalan Viyata Yudha, Kelurahan Bah Kapul, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Siantar meluap sampai ke badan jalan, mengambil korban jiwa seorang siswi salah satu SMA Negeri Kota Siantar, Minggu (26/8/2023).
Informasi yang dihimpun, awalnya korban yang diketahui bernama Nisma Ramadhani (17) warga setempat, mengenderai sepeda motor jenis Supra X 125 sambil membonceng temannya berjenis kelamin perempuan menuju Jalan Sisingamangaraja, sekira jam 18.15 Wib.
Namun, karena banjir begitu deras sampai ke badan jalan, korban diduga sempat gugup dan sepeda motornya jatuh ke dalam parit berukuran 1 meter dengan kedalamannya sekira 2 meter. Bahkan, korban dan temannya sempat terseret air deras.
“Ya saya sempat melihat dua perempuan yang naik kereta itu jatuh ke dalam parit dekat masjid. Yang satu sempat diselamatkan warga yang melihat kejadian. Sedangkan yang satu lagi terbawa arus deras,” ujar salah seorang warga setempat sebagai saksi mata.
Karena arus air begitu deras dan sebagian parit ada yang tertutup bahkan melewati gorong-gorong, korban sulit ditemukan. Jelang beberapa saat, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Siantar tiba di lokasi setelah mendapat informasi dari masyarakat.
Sementara, warga semakin ramai dan kedua orang tua serta keluarga korban juga turut melakukan pencarian dengan menelusuri parit. Pencarian akhirinya membuahkan hasil. Sekira jam 18.55 Wib, warga berteriak melihat sosok tubuh korban terbawa arus berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian.
Selanjutnya, tubuh tersebut berhasil dievakusi ke rumah warga untuk kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Tentera Jalan Gunung Simanuk-Manuk, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siatar Barat.
Namun, meski sempat mendapat perawatan medis, korban akhirnya menghembuskan nafas terakhir. Selanjutnya, di bawa ke rumah duka.
Menurut sejumlah warga di sekitar Jalan Viyata Yudha, parit tersebut sudah menelan dua korban jiwa. Sebelumnya, 26 Juli 2020 lalu, Arjuna Saoqi Yudha (6) juga hanyut di parit tersebut.
Ketika dilakukan pencarian, baru ditemukan tujuh hari kemudian di aliran sungai Bah Bolon. Persisnyadi bawah jembatan Huta I Nagori Pematang Kerasaan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, 2 Agustus 2022.
Masyarakat sekitar mengatakan parit yang cukup dalam itu sangat rawan karena sebagian tidak tertutup. Bahkan, saat musim hujan tiba, selalu banjir menggenangi badan jalan. (Ro)






