SIANTAR SENTERNEWS
Meski Hari Raya Idul Fitri tahun 2026, hanya tinggal menghitung hari, transaksi jual beli di pasar tradisional seperti Pasar Horas dan Pasar Dwikora atau Pajak Parluasan Kota Siantar, tetap sepi. Sehingga, para pedagang mengaku “menjerit”.
“Bukan hanya pedagang pakaian dan barang kebutuhan hari raya saja yang sepi pembeli, pedagang kebutuhan pokok, termasuk kami penjual ikan basah juga,” kata Khairil Mansah di di Pajak Parluasan, Selasa (17/03/2026).
Dibanding tahun-tahun sebelumnya, kondisi menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 2026 seperti saat ini dinilai paling memprihatinkan. “Ya, tahun ini memang paling parah, para pedagang memang menjerit,” kata Khairil Mansyah.
Pantauan media ini, Pasar Horas dan Pasar Dwikora memang kelihatan sepi dengan pengunjung. Sehingga, para pedagang lebih banyak diam menunggu pembeli. Terutama pedagang khususnya pedagang pakaian.
“Sepi, pembeli memang sangat jauh berkurang dibanding tahun lalu,” keluh seorang pedagang pakaian boru Sinaga di Pasar Horas.
Lebih memprihatinkan lagi, ada yang mengaku belum buka dasar sampai pukul 11.00 WIB. Padahal sudah buka sejak pagi hari. Sementara, sejumlah kios maupun lapak di kedua pusat pasar tradisional itu ditemukan banyak yang tutup.
Hasil jejak pendapat awak media ini dengan para pedagang, sepinya pembeli karena ekonomi memang sedang lesu karena masyarakat seperti kehabisan uang. Apalagi harga-harga barang termasuk harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan.
Kalau pedagang pakaian mengaku, dagangan mereka sepi pembeli diperkirakan karena maraknya orang berbelanja melalui online. Ditambah dengan keberadaan pasar moderen seperti mall maupun departemen store. (In)






