SIMALUNGUN, SENTERNEWS
Pasca perundungan atau bullying yang dilakukan pelajar SD di Parbalogan, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun dan sempat viral melalui media sosial, tetap menjadi perhatian Polres Simalungun.
Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Ghulam Yanuar Lutfi STK SIK MH, mengajak berbagai pihak bekerjasama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang rukun dan damai.
Seluruh elemen masyarakat, termasuk sekolah dan orang tua diminta meningkatkan kesadaran dan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak. Khususnya dalam interaksi dengan teman sebaya.
“Peristiwa ini harus menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk lebih aktif menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi pertumbuhan dan pengembangan anak,” ujar Ghulam, Minggu (21/4/2024).
Kasat Reskrim juga menekankan pentingnya edukasi di sekolah tentang bahaya bullying dan cara-cara menghentikannya. Sekolah harus proaktif mengimplementasikan program anti-bullying dan mengadakan sesi edukasi regular bagi siswa dan guru tentang cara mengenal, mencegah, dan merespons tindakan perundungan.
Dijelaskan juga, pembinaan karakter dan empati pada anak harus ditingkatkan. Sehingga dapat berempati dengan teman-temannya dan memahami konsekuensi dari perbuatan merugikan orang lain. Orang tua juga harus lebih peka terhadap perubahan perilaku anak-anak. Baik sebagai korban maupun pelaku bullying.
AKP Ghulam Yanuar juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak menggunakan media sosial sebagai langkah pencegahan bullying melalui pentingnya edukasi tentang dampak negatif bullying dan cara-cara menghindarinya.
“Dengan semakin meningkatnya penggunaan media sosial, kita perlu memperkuat edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda untuk menggunakan platform ini dengan bijak. Pengawasan orang tua juga sangat penting dalam membentuk perilaku positif anak-anak di media sosial,” ujar AKP Ghulam.
Kasat Reskrim juga mengingatkan orang tua untuk mengajarkan anak-anaknya tentang nilai-nilai kebaikan dan etika berkomunikasi di internet, termasuk pentingnya menghormati perbedaan dan menghindari ujaran kebencian.
“Kami berharap dengan adanya pengawasan lebih ketat dan edukasi yang berkelanjutan, kita dapat menciptakan ruang media sosial yang aman dan kondusif untuk semua,” tambahnya sembari mengingatkan pentingnya kolaborasi semua pihak, termasuk keluarga, sekolah, dan komunitas, dalam mengeliminasi bullying, khususnya di lingkungan digital.
Dengan adanya peristiwa bullying di lingkungan sekolah, diharap dapat meningkatkan sinergitas antar sekolah, komunitas dan keluarga dalam membentuk generasi muda yang lebih bertanggungjawab dan perduli kepada sesama. (In)






