SIANTAR, SENTERNEWS
Mengaku dikeroyok kawanan preman dan mengalami luka pada bagian kepala karena dipukul pakai kayu, oknum wartawan salah satu media online, Pamilu Purba (52), mengadu ke Polres Siantar, Jumat (21/7/2023) siang.
Korban mengaku kejadiannya berlangsung, Selasa (18/7/2023) lalu sekira jam 03.00 WIB dini hari. Bahkan, berlangsung di depan rumah korban, Jalan Siak, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar.
Pengeroyok diperkirakan sebanyak 6 orang. “Dua aku kenal bernama Ricki dan Parlin. Semua pelaku ini masih satu kampung.” ucap korban setelah melapor pada Jumat (21/7/2023) siang.
Dijelaskan, awalnya korban yang berada di rumah dan belum tidur, didatangi pelaku Ricki dan Parlin dengan tergesa-gesa. Kemudian, keduanya meminta tolong kepada korban karena dikejar-kejar.
“Pas ku pertanyakan siapa yang mengejar-ngejar, terus datang empat orang lagi kawannya,” ujar korban yang kemudian mengaku langsung dikeroyok. Karena merasa terancam, korban melarikan diri.
Namun pelaku melakukan pengejaran dan kembali memukuli korban pakai kayu sampai kepalanya berdarah. Beruntung korban dapat diselamatkan warga yang mendengar suara keributan.
“Memang sudah berencana orang itu mau membunuh. Aku sudah lari terus dikejar dan dipukuli. Uangku Rp 4 juta juga hilang,” tukas korban dengan kondisi kepala ditutup kain karena luka.
Kanit SPKT Aiptu Sarmail Purba menerangkan, sebelumnya korban sudah datang melapor. Namun, terkendala karena biaya visum. Setelah visum, laporan akhirnya diterima dengan resmi.
Sementara kasus pengeroyokan ini masih dalam penyelidikan dengan memintai keterangan korban dan saksi-saksi di TKP. (Tn)






