SIANTAR, SENTENEWS
Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Siantar-Simalungun menyatakan keprihatinan paling mendalam atas maraknya peredaran narkoba dan aktivitas penipuan digital (scam) di Kota Siantar.
Sementara, peredaran narkoba yang merajalela itu semakin berpotensi merusak masa depan generasi muda dan menurunkan kualitas sosial masyarakat. Kemudian, meningkatnya kasus penipuan daring (scamming), termasuk melalui aplikasi dan media sosial, telah merugikan masyarakat secara ekonomi dan psikologis.
“Maraknya peredaran narkoba dan maaknya scamming ini, membuat citra buruk kota Siantar yang bukan lagi menjadi kota pendidikan tetapi menjadi kota mafia,” kata Ketua PC PMII Pematangsiantar-Simalungun Khairil Mansyah Sirait , Rabu (7/5/2025).
Dijelaskan, PMII Cabang Siantar-Simalungun secara tegas mendesak Polres Siantar untuk bertindak cepat dan tegas dalam memberantas peredaran narkoba dan mafia penipuan (scam) yang semakin meresahkan masyarakat
“Narkoba semakin jadi ancaman serius bagi generasi muda di kota ini. Di sisi lain, aktivitas para pelaku penipuan daring atau scammer semakin mengkhawatirkan karena memanfaatkan celah teknologi untuk menipu masyarakat luas,” bebernya.
Ditegaskan juga, Polres Siantar diminta untuk tidak ragu mengungkap jaringan mafia narkoba dan sindikat scam yang kini sangat aktif di kota Siantar. “Jangan sampai pembiaran justru menghancurkan masa depan generasi kita,” tegasnya.
PMII juga menilai lemahnya pengawasan dan tindakan hukum menjadi salah satu penyebab suburnya praktik-praktik kriminal ini. Karena itu, PMII mendesak Polres Siantar, melakukan tindakan tegas dan terukur dalam memberantas mafia bandar narkoba yang beroperasi di Kota Siantar.
Kemudian, mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas jaringan penipuan online yang semakin meresahkan masyarakat di Kota Siantar. Pengungkapan jaringan scam digital yang telah merugikan banyak warga.
“Terakhir, mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemuda untuk bersama-sama menyuarakan gerakan anti-narkoba dan anti-scam sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan daerah,” beber Khairil.
Sebagai organisasi kaderisasi dan intelektual, PMII menyatakan siap bersinergi dan menjadi garda terdepan dalam mengawal upaya pemberantasan narkoba dan penipuan digital di Kota Siantar. (In)






