SIANTAR SENTERNEWS
Masyarakat heran dengan keberadaan air mancur yang dijadikan untuk memajang piala Adipura di bundaran Jalan Gereja-Jalan Sudirman dan Jalan Gereja-Jalan MH Sitorus. Pasalnya karena sudah lama tak berfungsi, malah berubah menjadi sarang nyamuk.
Disebut menjadi sarang nyamuk karena genangan air yang lama tak dikuras itu banyak jentik-jentik sebagai cikal bakal menjadi nyamuk. Namun, jentik-jentik itu ada saja yang menangguknya untuk makanan ikan laga atau ikan hias.
“Ya, ada saja orang atau anak-anak masuk ke kolam menangguk jentik-jentik,” ujar seorang pedagang buah tak jauh dari kolam air mancur, Jalan Gereja-Jalan M H Sitorus, Sabtu(19/8/2023).
Karena tidak pernah dikuras dan air selalu menggenang bahkan sampai berwarna ke coklat-coklatan, ada masyarakat mengatakan agar kolam air mancur itu dijadikan kolam ikan lele dumbo.” Kalau dijadikan kolam ikan lele dumbo bagus juga daripada tidak berfungsi,” kelakar warga lainnya.
Dijelaskan, air di kolam itu memang pernah mengering meski saat musim kemarau. Karenanya, malah ditumbuhi rumput liar dan berlumut. Namun, saat hujan tiba seperti beberapa minggu terakhir, air kembali bertambah.
Terkait dengan air mancur yang tidak berfungsi itu pernah dipertanyakan Komisi III DPRD Siantar saat melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Perumahan Rakyat kawasan pemukiman (PRKP) beberapa hari lalu.
Kadis PRKP Ir Rispani mengatakan bahwa kota Siantar sudah ada dua air mancur. Masing-masing di persimpangan Jalan MH Sitorus-Jalan Gereja dan di Jalan Sudirman-Jalan Gereja. Hanya saja, tidak berfungsi karena terjadi kerusakan pada pompa. (In)






