SIANTAR, SENTERNEWS
Kondisi pasar tradisional khususnya Pasa Horas Kota Siantar yang saat ini begitu carut marut, butuh perbaikan yang konfrenhensif agar dapat bersaing dengan pasar moderen yang semakin menjamur di Kota Siantar.
Sementara, Persaudaraan Pedagang Pasar Bersatu (P3B) dan Aliansi Pedagang Pasar Tradisional (AP2T) menilai, selama ini Dewan Pengawas (Dewas) Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD PHJ) tidak berfungsi.
“Selama ini, Dewas tidak berfungsi dan tidak pernah memberi solusi terbaik terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi pedagang,” kata Ketua Umum P3B, Noubel Marpaung melalui keterangan pers, di sekretariat P3B, Gedung II Lantai III Pasar Horas, Rabu (5/11/2025).
Dijelaskan, berbagai keluhan yang disampaikan para pedagang yang tidak juga ditindaklanjuti itu antara lain, menyangkut kondisi sarana prasarana yang sudah rusak seperti dibiarkan begitu saja. Begitu juga soal persaingan dengan pasar moderen.
“Selama ini, pedagang di Pasar Horas sangat tertekan dengan keberadaan pasar moderen. Tapi, Dewas PD PHJ tidak pernah memberi solusi. Padahal, bisa saja mengusulkan kepada Walikota supaya sekian persen pajak pasar moderen itu diberikan untuk membenahi Pasar Horas dan pedagang yang semakin kehilangan pembeli,” tegas Noubel lagi.
Untuk itu, P3B & AP2T menyatakan, penjaringan Bakal Calon Dewan Pengawas PD PHJ priode 2025-2028 yang dibuka Panitia Seleksi (Pansel) Pemko Sianțar mulai, Rabu (5/11/2025) sampai 12 November 2025, menjadi momentum membenahi Pasar Horas dari segi tata kelola dan perencanaan.
“Untuk membenahi Pasar Horas ini tentu yang harus memahami kondisi Pasar Horas maupun mengetahui apa yang dibutuhkan pedagang. Dan sosok itu adalah para pedagang sendjri,” kata Noubel.
Karenanya, Dewas PD PHJ pada priode mendatang harus dari pedagang supaya pedagang mudah berkomunikasi dan berdiskusi. “Kalau orang yang datang dari luar daerah yang tak paham kondisi Pasar Horas menjadi Dewas, kondisi Pasar Horas akan begini-gini saja bahkan akan semakin memprihatinkan,” imbuhnya.
Terkait dengan seleksi Dewas PD PHJ mendatang itu, semua pihak diminta sama-sama menjaga proses pemilihan agar transparansi dan akuntabel. Sehingga yang terpilih punya kapastitas. Tidak seperti tahun sebelumnya. Ada “siluman” yang masuk.
Senada dengan pernyataan perwakilan AP2T, Riky Marpaung. Pedagang dikatakan sangat membutuhkan sosok Dewas yang memahami permasalahan Pasar Horas dan itu tentu berasal dari kalangan pedagang sendiri.
Ditegaskana juga, jJangan dewan pengawas, Direksi berserta jajaran, seolah-oleh semacam lowongan kerja. Tiba-tiba datang dari Jakarta menjadi Direksi dan Dewas dari Bandung yang tidak tdak mengetahui kondisi Pasar Horas.
“Jadi untuk tahap sekarang, pedagang melalui aliansi akan turut serta dalam kontestasi Pemilihan Dewas PD PHJ,” ujarnya singkat. (In)






