SIMALUNGUN, SENTER NEWS
Ketua kelompok tani (Poktan) Lembah Indah Sejuk Damai (Lisda), Lilis Suryani Daulay menyatakan siap memaksimalkan fungsi lahan ketahanan pangan Korem 022 Pantai Timur seluas 500 Hektar di Nagori Huta Sitahoan, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kabupaten Simalungun.
Hal itu menjadi suatu tekad baginya karena launching pertanda dimulainya pengolahan lahan, langsung dilakukan Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Ahmad Daniel Chardin SE MSi, bersama Danrem 022/Pantai Timur Kolonel Inf Luqman Arief SIP, Senin ( 27/02/2023).
Meski Lilis Suryani Daulay yang memfasilitasi pengadaan lahan ketahanan pangan tersebut tidak pernah menyangka Pangdam I/BB serta Danrem 022/PT datang melakukan launching, hal itu menjadi penyemangat bagi kelompok tani untuk bekerja lebih maksimal.
“Saya sebagai ketua kelompok tani Lisda tentu sangat senang dengan dukungan Pangdam, Danrem dan Wakil Bupati yang menyatakan bahwa lahan ketahanan pangan yang ada, akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,’ ujar Lilis Suryani, sehari setelah kegiatan launching, Selasa (28/2/2023).
Dijelaskan, saat ini sudah ada sekitar 200 hektar lahan ketahanan pangan yang sudah mulai ditanami cabe, wortel dan lainnya. Sedangkan 300 hektar lagi dalam persiapan penanaman jagung, sorgum, tomat, wortel dan cabe dan buah-buahan serta tanaman keras.
“Setelah launching kemarin, Pangdam, Danrem, Kapolres Simalungun , Wakil Bupati, saya dan lainnya telah melakukan penanaman jagung. Selanjutnya, akan menyusul tanaman lain termasuk sorgum. Lahannya sudah ada,” ujar Lilis Suryani

Dengan adanya tenaga kerja yang melibatkan kelompok tani (Poktan) dari Kodim 0207/ Simalungun, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Poktan Lisda, Tunas Bangsa, Lembah Damai Nauli, upaya yang akan dilakukan tentu akan saling bersinergis.
Terutama dalam pengembangan budi daya sorgum sebagai salah satu komuditi unggulan kabupaten Simalungun. “Budi daya sorgum menjadi salah satu prioritas yang diutamakan. Sesuai dengan pernyataan Bapak Pangdam,” imbuh Lilis Suryani.
Namun demikian, apa yang sudah direncanakan, Lilis Suryani mengatakan bahwa para kelompok tani harus memiliki pengetahuan yang mumpuni bagaimana menerapkan pertanian modrent. Sehingga, perlu ada pembinaan dan pengawalan kepada para kelompok petani. Seperti yang disampaikan Pangdam.
Lebih lanjut, pernyataan Wakil Bupati Simalungun, Zonny Waldi untuk mengembangkan kawasan Sitahoan sebagai kawasan agrobisnis dan agrowisata merupakan langkah strategis yang harus dilakukan. Apalagi Pemkab Simalungun akan memperhatikan masalah pupuk, membantu pengadaan berbagai jenis bibit tanaman dan alat-alat pertanian.
“Banyaknya dukungan kepada kita, menjadi penyemangat kepada kelompok tani untuk bekerja lebih baik,” ujar Lilis Suryani yang akan tetap berkoordinasi dengan Pangdam, Danrem maupun Pemkab Simalungun. Sehingga lahan ketahanan pangan Korem 022/PT, benar-benar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, plus mewujudkan ketangguhan ketahanan pangan Kabupaten Simalungun.
Sekedar informasi, saat dilakukan launching lahan ketahanan pangan Korem 022 Pantai Timur seluas 500 Hektar di Nagori Huta Sitahoan itu, Pangdam mengatakan sudah berupaya mengandeng pembina koservasi alam Rahmatshah untuk membuat taman safari.
Terkait dengan keberadaan lahan sudah dikoordinasi dengan kehutanan. Bahkan, proses adminitrasi sudah selesai dari hutan lindung jadi di peruntukan untuk lahan pertanian. Sehingga, semua perizinannya tidak ada masalah untuk pemanfaatannya. (Tim)






