SIANTAR, SENTER NEWS
Masyarakat kota Siantar merasa heran mengapa kondisi jalan rusak di sejumlah lokasi tak kunjung diperbaiki. Selain mengganggu arus lalulintas, juga mengundang bahaya karena berpotensi terjadi kecelakaan lalulintas.
Kondis jalan rusak itemukan hampir di seluruh Kecamatan Kota Siantar. Parahnya lagi, ada jalan yang belum dua tahun diperbaiki malah kembali rusak karena rendahnya kualitas. Kemudian, karena pembangunan drainase malah ada yang membuat badan jalan menjadi rusak.
Seperti di Jalan Cokro lewat rel kereta api. Pembangunan drainase yang dikerjakan tahun 2022 lalu malah membuat bahu jalan menjadi rusak dan sangat mengganggu kenyamanan pengendera yang melintas. Bahkan, kalau hujan tiba, lobang yang menganga rata dengan aspal. Padahal, arus lalulintas di lokasi tersebut tergolong ramai.
“Kalau pengendera tidak mengetahui kondisi jalan itu, bisa kecelakaan. Seperti beberapa waktu lalu, ada ibu-ibu naik kereta sempat terjatuh. Masih untung hanya luka ringan,” ujar seorang warga di salah satu warung kopi tak jauh dari jalan rusak tersebut, Selasa (13/6/2023).
Untuk menghindari kecelakaan lalu lintas, terutama pada malam hari, masyarakat minta kepada Pemko Siantar melalui dinas terkait segera melakukan perbaikan. “Kalau tidak segera diperbaiki kerusakan makin parah,” ujar warga lagi.
Masih di Jalan Cokro, persisnya di simpang Jalan Ade Irama. Kerusakan jalan yang sudah berlangsung lama tetap dibiarkan dan kerusakan terjadi akibat melimpahnya air dari drainase saat hujan tiba. Setelah hujan reda terjadi genangan dan lobang jalan yang digenangi air semakin membesar saat dilintasi kenderaan roda empat.
Kondisi jalan rusak juga ditemukan di Jalan Rakuta Sembiring. Perisisnya mulai simpang Jalan Sisingamangaraja Kecamatan Siantar Utara sampai simpang Jalan Medan, Kecamatan Siantar Martoba. Meski pernah dilakukan tambal sulam, tetapi daya tahannya hanya sebentar.
Kondisi jalan rusak tersebut juga membuat pengendera yang melintas harus ekstra hati-hati. Terutama setelah melewati jalan menurun atau sebelum sampai simpang pesantren. Karenanya, masyarakat juga sangat mengharap kepada Pemko segera melakukan perbaikan.
Terkait kerusakan jalan itu, masyarakat menuding Pemko Siantar tidak perduli dengan keluhan masyarakat. Padahal, kalau segera diperbaiki, kondisinya tidak separah saat ini. Karena, kalau semula rusak ringan tidak diperbaiki, menjadi rusak sedang dan rusak sedang tidak juga diperbaiki, menjadi rusak berat.
Berbeda dengan kerusakan di Jalan Pdt J Wismar Saragih Kecamatan Siantar Utara sampai Kecamatan Siantar Martoba. Sudah kondisi jalan sempit, malah mengalami kerusakan dan sangat dikeluhkan para pengguna jalan.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Siantar Junaedi Antonius Sitanggang yang dikonfirmasi mengatakan, untuk tahun 2023 ini belum dilakukan perbaikan jalan meski dananya ada sebagian ditampung pada APBD Siantar 2023.
“Memang belum ada pekerjaan perbaikan jalan kita lakukan. Tapi, sudah ada memasuki proses tender dan bulan Juli ini kita perkirakan sudah akan dimulai,” ujarnya sembari mengatakan Jalan Rakuta Sembiring, anggaran perbaikan atau rehabilitasi sebesar Rp 1 miliar dan Jalan Pdt J Wismar Saragih sebesar Rp 800 juta.
Terkait soal kualitas perbaikan jalan yang akan dilakukan, Junaedi Sitanggang berharap agar pelaksana pekerjaan benar-benar melakukan sesuai ketentuan. Kemudian, masyarakat juga dapat mengawasi. “Masyarakat boleh mengawasi sehingga kualitasnya bisa lebih baik,” ujarnya. (In)






