SIANTAR, SENTER NEWS
Orang Tak Dikenal (OTK), lemparkan benda mirip bom yang mengeluarkan percikan api dan asap tebal, di depan Toko penjahit Taruna, depan Pasal Parluasan, Jalan Patuan Anggi, Kelurahan Baru, Kecamatan Siantar Utara, Kota Siantar, Jumat (12/5/2023) sekira jam 10.32 WIB siang.
Akibatnya, kejadian yang berlangsung dising bolong itu, warga menjadi heboh. Apalagi melihat Kapolres AKBP Fernando SH SIK didampingi Wakapolres Kompol Pardamean Hutahaean SH SIK MH dan sejumlah personel lainnya, turun melakukan olah TKP dengan memasang Police Line di sekeliling depan Toko Penjahit Taruna.
Sementara, arus lalu lintas sepanjang Jalan Patuan Anggi terpaksa ditutup guna menghindari warga supaya tidak mendekat ke TKP. Selanjutnya, sejumlah personel penjinak bom (Jibom) berpakaian lengkap dari Brimob Sub Den 2 B Pematangsiantar, tiba. Lanagsung bekerja cepat memeriksa benda mirip bom itu. Bahkan, mengevakuasi ke dalam kantung plastik putih.
Sementara, salah seorang warga, Eka Darma (35) mengatakan, sepeti ada orang yang melemparkan benda ke arah atas bangunan toko penjahit Taruna. ”Orang yang melempar tidak kami lihat. Tapi arah dari Jalan Pasar ini,” kata tukang parkir di sekitar lokasi itu.
Dijelaskan, benfda yang dilemparkan ke arah atas bangunan toko penjahit Taruna itu, jatuh ke lantai bawah dan menggelinding ke dalam parit. Kemudian, karena ada merasa penasaran, benda diangkat dan diletak di lantai dekat gerbang toko penjahit Taruna.
“Disitu langsung disiram pakai air, dan benda diduga bom ini langsung mengeluarkan percikan api dan asap tebal. Kalau bunyi ledakan tidak ada terdengar sama sekali,” jelasnya lagi.
Sementara, Kapolres AKBP Fernando SH SIK mengatakan, benda yang dilemparkan ke arah toko penjahit Taruna itu, belum bisa dipastikan bom lantaran pihaknya masih menunggu pemeriksaan dari Laboratorium Forensik.
Dijelaskan, ada 4 kriteria benda yang dapat dikatakan bom. Hanya saja dari hasil olah TKP, salah satunya pada benda itu tidak didapati ada daya ledakan (Power) dan kontaknya atau switc.
“Kami juga tanyakan ibu Rika sebagai pemilik toko, dan selama ini dia tidak punya masalah dengan orang lain. Selain itu toko tersebut sudah lama tutup. Sementara suami dari ibu Rika ini bekerja di gudang rokok Djarum. Intinya kita masih menunggu pemeriksaan Labfor terhadap benda tersebut. (Tn)






