SIANTAR, SENTERNEWS
Tim unit Jahtanras Satu Reskrim Polres Siantar, berhasil ungkap misteri kematian, Juara Parulian Gultom (50) yang ditemukan tewas di Jalan Outer Ring Road, Kelurahan Naga Huta, Kecamatan Siantar Marihat, Kamis (8/9/2023) lalu.
Kematian korban, warga Jalan DI.Panjaitan, Kelurahan Naga Huta Timur, Kecamatan Siantar Simarimbun itu, dikatakan tewas bukan karena kecelakaan tunggal. Tetapi, dianiaya.
Fakta tersebut setelah pihak Polres Siantar melakukan penyelidikan. Pelaku penganiayaan dikatakan tiga orang. Dua pelakunya berinisial F dan O berhasil diringkus dari kediamannya di Kecamatan Panombean Pane, Selasa (12/9/2023) kemarin. Sedangkan seorang lagi buron.
Kasat Reskrim AKP B Manurung menjelaskan, Rabu (6/7/2023) malam korban mengenderasi betor merk Loncin pergi ke Jalan Ring Road sampai sampai di Kecamatan Panombean Pane.
Di tengah jalan korban yang mengendarai becak motor hilir mudik sehingga menimbulkan kecurigaan penghuni salah satu warung.
“Jadi pada malam itu yang di warung tinggal dua orang, yakni F pemilik warung dan O pelanggan. Keduanya memanggil korban dan menanyakan tujuannya hilir mudik. Lantas si korban merasa keberatan sehingga terjadi pertengkaran, ” kata Kasat Reskrim Polres Siantar AKP Banuara Manurung, Rabu (13/9/2023) malam.
Selanjutnya kedua pelaku menganiaya korban. Dan saat bersamaan pelaku memanggil temannya dan datang satu orang lagi. Sehingga pelaku yang menganiaya ada tiga orang
Setelah kejadian itu, ketiga pelaku membawa korban dan betornya ke pinggir jalan Ring Road yang cukup jauh dari TKP. Lantas, korban diletakkan dan becak motornya dibalikkan sehingga seolah- olah korban meninggal karena kecelakaan tunggal.
Esok paginya korban ditemukan warga dan didilaporkan ke polisi yang kemudian turun melakukan olah TKP. Dari hasil analisa sementara di TKP, korban diduga dibunuh sehingga diputuskan untuk di otopsi.
“Kalau wilayah warung TKP penganiayaan itu berada di Kecamatan Panombean Pane, Kabupaten Simalungun.Hanya saja, pelaku membawa korban dan meletakkan di Jalan Ringroad, nah di warung TKP penganiayaan itu sudah bersih, tidak ada darah. Mungkin pelaku langsung membersihkan areal TKP,” katanya mengakhiri. (Tn)






