SIANTAR, SENTER NEWS
Masa-masa bersinar bagi pedagang batu akik, terjadi tahun 2015 silam. Dengan menjual batu akik yang saat itu sedang buming, dapat memperoleh omset sampai Rp 10 juta perhari. Sekarang, karena peminatnya jauh berkurang, omset juga menurun drastis.
Namun, meski omset jauh berkurang, peminat batu akik tetap ada dan mereka memang memiliki hoby sejati atau bukan hanya sekedar musiman. Sementara, pedagang batu akik yang dapat dijadikan-perhiasan cincin di kota Siantar, biasanya mangkal di Jalan WR Supratman tak jauh dari lokasi Siantar Hotel.
Saat memasuki bulan Ramadhan sperti sekarang, sejumlah warga masih tetap asiek mengamati batu akik yang terdiri dari berbagai jenis. Antara lain, batu, warna, batu permata, jamrut, bacan, safir sampai kalimaya yang memang cukup diminati sebagai koleksi yang dijual Diky Tanjung (34) yang akrab disapa dengan panggilan “Bang Ajo”.
Lelaki asal Sumatra Barat itu masih tetap konsisten menjual batu akik sejak tahun 2014. Bahkan, tahun 2015 omsetnya pernah sangat fantastis atau Rp 10 juta per hari. Karena, batu akik di Indonesia saat itu sedang viral dan buming.
“Omset Rp 10 juta per hari itu kotor. Berlangsung selama tiga bulan berturut turut,” ujarnya sembari mengatakan pada tahun-tahun terakhir ini penghasilannya sangat jauh berkurang. Namun, kalau setoran ke rumah tetap ada untuk menghidupi seorang istri dengan tiga anak.
Sementara, Rusdi salah salah seorang pelanggan yang gemar mengkoleksi berbagai jenis batu akik, mengaku sudah lama menjadi pelanggan Diky. Terkadang dalam seminggu bisa membeli batu akik dua atau sampai tiga kali. “Kalau udah hoby nggak bisa tertahan selera,” ujarnya.
Bagi yang berminat memesan berbagai jenis batu akik atau langsung sudah menjadi perhiasan cincin, silahkan datang langsung ke lokasi Diky berjualan. Atau hubungi melalui WA 08153184478. “Kalau berminat langsung saja pesan. Soal harga dijamin standart dan tidak mengecewakan,” ujar Diky berpromosi. (Jr)






