SIANTAR SENTERNEWS
Peristiwa yang sempat viral di media sosial terkait adanya tuduhan penculikan anak, sehingga dipukuli, Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, di Jalan Melur, Kelurahan Simarito, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar, berbuntut panjang.
Pasalnya, pria yang dipukuli berinisial SSD (21), ternyata pemuda berkebutuhan khusus dan tercatat sebagai siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Tanjung Pinggir, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba.
Tak terima anaknya dipukuli, SSD melalui ibunya Diony Sylvia br Simanjuntak (55), melapor ke Polres Siantar, Selasa (21/01/2026).
“Anak saya memang suka main-main sama anak kecil, kok tega kali mereka mukuli anak saya,” ujar Diony Diony Sylvia Simanjuntak didampingi Lembaga Bantuan Hukum Tumpuan Damanik Boru Panogolan Siantar Simalungun (LBH-TDBP SS).
Pada laporan No : STTLP/B/55/I/2026/SPKT/Polres Pematangsiantar itu menyebutkan, ada dugaan tindak pidana pengeroyokan terhadap Septi Samual Damanik. Terlapor disebut berinisial Ag dan kawan-kawan.
Sementara, Bulan Damanik SH dari tim LBH-TDBP SS menegaskan, kasus pemukulan yang disebut pengeroyokan itu harus diselesaikan sesuai koridor hukum. Karena, kejadian yang dialami korban tidak dibenarkan secara hukum.
“Walaupun itu benar terjadi (dugaan penculikan anak), tidak ada dasar wewenang masyarakat melakukan penghakiman sendiri,” katanya.
Kemudian, pihak berwajib diharap segera menangani kasus tersebut agar korban mendapatkan kepastian hukum dan keadilan. Apalagi dalam video yang sempat viral melalui Medsos, pelaku pengeroyokan sudah tampak jelas.
Diinformasikan, SSD, pemuda berkebutuhan khusus itu, tinggal bersama ibunya di Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun.
Awalnya, korban sedang bermain dengan anak-anak di sekitar Jalan Melur. Tiba-tiba, ada yang meneriakinya sebagai penculik anak. Teriakan itu akhirnya mengundang warga melakukan pengeroyokan.
Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka lebam di wajah dan luka di tangan maupun kaki hingga akhirnya diamankan Polisi dari lokasi kejadian dan sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Djasamen Saragih Kota Siantar.
Terpisah, Kasubsi Penmas Sihumas Polres Siantar, IPDA Esron Pasaribu yang dikonfirmasi melalui WhatsApp, Selasa (27/1/2026) sore menuliskan, “Belum ada masuk sama kita bang, entar kita cek dulu ke Reskrim dan akan kita infokan kalau sudah masuk,” (Ad)






