SIANTAR, SENTERNEWS
Seorang perempuan, Sariati br Damanik (45) warga Kelurahan Pardomuan Kecamatan Siantar Timur, meninggal ditempat setelah disenggol kereta api yang meluncur dari arah kota Siantar menuju Medan, Minggu (22/03/2026) sekira pukul; 16.30
Kejadian itu persisnya berada di lintasan kereta api perbatasan Kelurahan Baru Kecamatan Siantar Utara dengan Kelurahan Pardomuan Kecamatan Siantar Timur, KotaSiantar.
Informasi yang dihimpun dari warga di sekitar lokasi, setelah perempuan itu disenggol kereta api dan terlempar ke luar jalur rel, sempat menjadi tontonan warga yang kemudian ditutup dengan menggunakan daun pisang.
Menurut sejumlah warga, perempuan itu awalnya berjalan kaki menuju pulang ke Jalan Tongkol, Kelurahan Pardomuan di jalur rel keretaapi. Namun, tiba-tiba warga yang rumahnya tak jauh dari lokasi mengetahui korban terlempar ke luar jalur rel setelah kereta api pengangkut minyak itu melintas.
Dalam hitungan menit, warga langsung mendekati lokasi dan melihat korban tidak berhgerak dengan kondisi kepala mengalami luka berdarah.
“Kalau dilihat, hanya bagian kepala korban yang luka, bagian tubuh lain tidak,” kata Zul Sinaga dari Pekerja Sosial Masyarakat (PDM) Dinas Sosial KotaSiantar.
Informasi yang dihimpun dari warga yang mengenal korban yang pendengarannya disebut kurang. “Korban memang sering lewat dari lintasan kereta api ini. Kalau tidak salah, dia memang pendengarannya kurang,” kata warga lainnya.
Jelang beberapa saat, personel kepolisian dari Polsek Siantar Timur dan Siantar Utara tiba di lokasi. Demikian juga keluarga korban. Setelah kepolisian melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi, jenazah akhirnya dievakuasi ke ruang jenazah RSUD Djasamen Saragih. (In)






