SIANTAR SENTERNEWS
Keluarga besar Sekolah Luar Biasa (SLB) dan para orang tua, datangi Polres Siantar. Tujuannya, mempertanyakan bagaimana perkembangan kasus, Septiano Samuel Damanik, korban pengeroyokan, Jumat (30/1/2026) sore.
Tiba di Polres Siantar yang didampingi Organisasi Peduli Disabilitas Sumatera Utara, perwakilan lembaga disabilitas, Pdt Edi Saragih menyatakan ingin bertemu Kapolres dan merasa terluka atas insiden yang dialami Septiano.
Kabag Ops Kompol Ilham Harahap menyambutkan, pihaknya akan meneruskan kasus ini ke pimpinan. Namun, Kapolres Siantar sedang berada di Medan untuk kunjungan kerja Komisi III DPR di Polda Sumut.
Seperti diketahui, Septiano Samuel Damanik (21) pelajar siswa SLB, mengalami luka luka setelah dianiaya sekelompok orang karena dituduh ingin menculik anak. Kejadiannya berlangsung di Jalan Melur, Kelurahan Simarito, Kecamatan Siantar Barat, Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. .
Kejadian yang sempat viral melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram itu sudah dilaporkan ke Polres Siantar. No. STTLP/B/55/I/2026/SPKT/Polres Pematangsiantar.
“Anak saya hanya suka bermain dengan anak-anak kecil, Saya tidak menyangka sampai diperlakukan seperti ini. Kok tega kali mereka memukuli anak saya,” ujar Diony ibu korban.
Ia juga mengecam keras tindakan main hakim sendiri yang dilakukan warga.” Saya berharap pihak kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini,”ucapnya mengakhiri. (Ad)






