SIANTAR, SENTER NEWS
Junaedi Antonius Sitanggang SSTP yang baru beberapa hari menjabat sebagai Plt Kadis Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kota Siantar menyatakan, ke depannnya tidak akan ada lagi KW atau uang depan untuk mendapatkan pekerjaan proyek .
Pernyataan Junaedi Antonius Sitanggang SSTP itu disampaikan usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RTP) dengan Komisi I DPRD Siantar, Kamis (23/2/2023). Masalahnya, KW disebut sebagai kutipan liar yang tidak memiliki dasar hukum.
“KW tidak memiliki dasar hukum dan kalau ada ditemukan di Dinas PUTR, saya siap bertanggungjawab. Laporkan sama saya kalau ada kutipan-kutipan liar. Saya siap bertanggung jawab,” ujar Junaedi.
Lebih lanjut dijelaskan, soal peniadaan KW tersebut akan disampaikan atau disosialisasikan melalui pertemuan dengan mengundang para organisasi para rekanan di Kota Siantar. “Kemungkinan, kita akan mengundang beberapa asosiasi yang ada di Siantar,” ujarnya.
Pertemuan tersebut untuk mendiskusikan agar pelaksanaan pembangunan di Kota Siantar dapat lebih akuntabel, tanpa KW. “Kita diskusikan bagaimana supaya pembangunan di Kota Siantar bisa lebih akuntabel ke depannya,” ujarnya.
Ketika ditanya bagaimana Junaedi Sitanggang ditanya terkait dengan banyaknya proyek tahun 2022 yang belum dibayar dan jumlahnya sampai miliaran, Junaedi mengatakan bahwa pihaknya akan tetap membayar.
“Kalau itu, kita rencanakan akan dibayar melalui P APBD 2023 atau melalui APBD 2024. Tapi, kita lebih dulu berkonsultasi dengan Badan Pemeriksaan Keuangan atau BPK,” ujarnya meninggalkan ruangan Komisi I.
Sementara, pernyataan Junaedi Sitanggang bahwa untuk mendapatkan proyek tidak ada lagi KW, mendapat sambutan positif dari Ketua BPC Gabungan Pengusaha Jasa Konstruksi (Gapensi) Siantar-Simalungun, Teddy Silalahi.
Meski awalnya mengaku sulit memberi tanggapan tetapi menyatakan tanpa KW itu sesuatu yang baik. “Ya, saya agak sulit mengomentarinya. Tapi secara organisasi, itu kita anggap baik. Mudah-mudahan, kita siap mendukung secara organisasi maupun secara personal,” tutur melalui telepon seluler, Kamis ( 23/2/2023).
Lebih lanjut dikatakan, terkait uang KW yang selama ini terjadi dalam mendapatkan paket proyek pekerjaan, menurutnya agak sulit. Karena, kalau disebut ada tetapi tiada. Namun, kalau KW itu ada, bisa diberikan di depan atau sebelum dapat proyek atau setelah dapat proyek maupun setelah selesai proyek. (In)






