SIANTAR, SENTERNEWS
Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) dan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) sudah berunjukrasa di Jakarta mengutuk serangan militer AS dan Israel terhadap Iran dan mendesak pemerintah Indonesia agar keluar dari keanggotaan Board of Peace (BOP).
Pernyataan itu disampaikan, Ketua HMI Cabang Siantar-Simalungun, Raja Doli Lubis. “Kita sudah menerima intruksi dari PB HMI agar HMI se Indonesia melakukan aksi solidaritas dan melakukan kampanye digital,” katanya, Selasa (17/03/2026).
Terkait dengan intruksi itu, HMI Cabang Siantar-Simalungun tidak turun ke jalan melakukan aksi solidaritas. Tetapi, melakukan kampanye digital melalui media sosial dengan menyuarakan delapan point tuntutan tegas.
“Delapan point tuntutan tegas itu, selain mengutuk keras serangan militer AS dan Israel terhadap Iran dan mendesak AS serta Israel untuk melakukan genjatan senjata, ada juga point yang menuntut Pemerintah Indonesia keluar dari BoP,” kata Raja Doli.
Ditegaskan, saat ini HMI Cabang Siantar-Simalungun masih menunggu intruksi dari PB HMI terkait tindak lanjut setelah kampanye digital melalui media sosial. “Belum tau apa yang akan diintruksikan PB HMI lagi kepada kita dan kita masih menunggu,” kata Raja Doli.
Terpisah, Khairil Mansyah Sirait, mantan Ketua Pengurus Cabang (PC) PMIII Siantar-Simalungun yang saat ini sebagai Wakil Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Sumatera Utara menyatakan, sudah melakukan rapat internal tentang aksi yang dilakukan PB PMIII di Jakarta pekan lalu.
Meski belum ada aksi sampai ke tingkat PKC PMII Sumatera Utara yang diteruskan kepada PC PMII Siantar-Simalungun, masalah itu sudah dibahas secara internal. “Unjuk rasa PB PMII di Jakarta itu, selain mengutuk Asdan Israel yang mengawali perang, juga m endesaka pemerintah keluara dri BoP,” kata Khairil.
Dijelaskan juga, PKC PMIII Sumatera Utara dan PC PMII Siantar-Simalungun masih menunggu intruksi dari PB PMIII untuk melakukan aksi di daerah. Tetapi tidak ada ada melakukan koordinasi dengan lembaga atau organisasi lain.
“Kita siap melakukan aksi kemanusiaan setelah menerima intruksi dari PB PMII dan itu sedang kita tunggu,” tegas Khairil Mansyah. (In)






