SIANTAR, SENTER NEWS
Pihak keluarga, ikhlas menerima kematian, Robert Sidabutar (60) yang telentang tanpa busana dan membusuk di ruang tamu rumah sewanya. Di Gang Cendawan, Jalan Ercis, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Siantar, Jumat (28/4/2023) sekira jam 19.00 Wib.
“Malam itu, korban dievakuasi ke ruang jenazah RSUD Djasamen Saragih. Tidak dilakukan autopsi karena pihak keluarga mengatakan bahwa korban memang mengalami penyakit tahunan,” ujar Kasubag Humasy Polres Siantar, AKP Rusdy Ahya, Sabtu (29/4/2023) sekira jam 15.00 Wib.
Karena pihak keluarga ikhlas menerima kematian itu, minta jenazah korban tidak dioutopsi dan bersedia membuat surat pernyataan untuk tidak mempermasalahkannya di belakang hari. Sehingga, Kapolsek Siantar Timur, Iptu Jon Harno Purba menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga sekira jam 22.00 Wib.
Informasi yang dihimpun, jenazah korban yang diperkirakan sudah beberapa hari meninggal di dalam rumah dan baru diketahui, Jumat (28/4/2023) sekira jam 19.00 Wib, malam itu telah dibawa pihak keluarganya ke Tomok, Samosir sekira jam 23.10 Wib.
Pantauan Senter News di rumah sewa tempat tinggal korban tampak sepi. Namun daun jendela rumah di bagian samping terbuka. Ketika pintu depan rumah itu ditolak, ternyata terbuka karena tidak dikunci. Sehingga ruang tamunya tampak berserakan dengan pakaian dan peralatan lainnya. Termasuk satu unit kursi roda.
Sementara, di depan rumah itu ada becak mesin yang dimodifikasi yang selama ini digunakan adik korban, B Sidabutar penyandang cacat (tanpa kaki) untuk mengamen di sejumlah lokasi kota Siantar. Terutama di depan SPBU Jalan Marihat, Kecamatan Siantar Marihat dan di depan rumah makan Jalan Vihara, Kecamatan Siantar Selatan.
Menurut seorang tetangga korban Umar Silalahi (62) yang pertama kali menemukan korban dalam keadaan membusuk, korban awalnya tinggal bersama adiknya yang pengamaen itu. Namun, setelah sang adik meninggal sebulan lalu, korban akhirnya tinggal sendiri di rumah.
“Korban itu tidak pernah bergaul dan sangat tertutup. Kalau tidak salah, baru sekitar dua bulan lebih mereka tinggal di situ, tak tau pindahan dari mana. Mungkin, waktu adiknya yang pengamen itu masih hidup, masih bisa membiayai korban,” ujar Umar Silalahi.
Berita sebelumnya, Umar Silalahi (62) yang rumahnya bersebelahan dengan rumah korban curiga karena dari dalam rumah tercium bau menyengat. Karena curiga, mengintip dari selah-selah dinding. Ternyata bau tak sedap itu semakin menyengat.
Selanjutnya, bersama warga memeriksa jendela yang ternyata tidak dikunci. Dan, warga ternyata melihat penghuni rumah, Robert Sidabutar (60) dalam keadaan telentang tanpa busana. Bahkan sudah membusuk di ruang tamu yang acak-acakan karena pakaian dan kasur serta barang-barang lainnya tampak berserakan, Jumat (28/4/2023) sekira jam 19.00 Wib.
Jelang beberapa saat personel Polsek Siantar Timur tiba di lokasi menggunakan mobil patroli. Bersamaan dengan kedatangan Kasat Reskrim Polres Siantar AKP Banuara Manurung dan Tim Inafis Polres Siantar untuk melakukan olah TKP.
Saat itu, ada dua anak gadis yang mengaku sebagai putri korban, Regita Sidabutar dan Regina Sidabutar. Dikatakan, bahwa korban sudah sekitar 9 tahun berpisah dengan istri korban atau ibu dari kedua gadis tersebut. Mereka tinggal di Kelurahan Kebun Sayur, Kecamatan Siantar Timur.
Dikatakan bahwa pihak keluarga sedang bermusyawarah untuk membawa korban ke kampung halamannya di Tomok Samosir. (In)






