SIANTAR,SENTERNEWS
Saat Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meninjau stadion Sangnaualuh Kota Siantar akhir tahun 2022 lalu dan berjanji mengucurkan dana Rp 50 miliar, sampai sekarang tak jelas bagaimana kelanjutan pembangunan stadion yang sudah ditunggu-tunggu warga Kota Siantar itu. .
“Belum ada informasi soal kelanjutan pembangunan stadion Sangnaualuh yang mangkrak itu. Tak jelas kapan direalisassikan janji gubernur itu,” ujar Astronout Nainggolan anggota DPRD Siantar, dari Komisi III, khusus bidang pembangunan, Minggu (21/5/5/2023).
Dijelaskan, kalau pembangunan stadion tidak dilanjutkan, tentu sangat disayangkan. Bahkan, itu dikatakan kesalahan Wali Kota dan DPRD Siantar. “Wali Kota dan DPRD Siantar tidak konsisten melanjutkan pembangunanya,” ujar Astronout lagi.
Tidak konsisten itu dikatakan karena Wali Kota tidak mengajukan anggaran dan DPRD Siantar juga diam saja. Sehingga, pembangunan tidak berkelanjutan dan materialnya habis dicuri orang tidak bertanggungjawab.
“Terakhir yang dibangun lapangan. Tapi, itu hanya lips saja karena tidak sesuai standar. Membangun lapangan sepakbola, lebih dulu dilakukan penggalian sedalam 60 Cm untuk dipasang Geotextile,” ujar Astronout yang pernah membangunan stadion sepakbola di Papua.
Dijelaskan, Geotextile atau lembaran sintetik yang berpori untuk dapat ditembus air dan fleksibel. Kemudian dilakukan pemasangan instalasi pengairan menyeluruh. Selanjutnya, ada drainase yang memilik kemiringan tertentu. Di atasnya lagi ditanami rumput hidup.
“Kalau pembangunan lapangan sepakbola dibangun dengan teknis yang bagus, lapangan tidak akan digenangi air saat hujan. Jadi, yang ada sekarang, sama saja menghabiskan dana,” tegas Astronout lagi.
Lebih lanjut dikatakan, kalau anggaran sudah ada, Pemko melalui dinas terkait dapat melanjutkan pembangunan stadion. Apalagi master plan sudah ada di PUPR sebagai pelaksana pembangunan.
“Karena master plan sudah ada, ikuti saja itu. Tapi, sebelumnya dibangun pagar yang permanen. Jadi, lanjutkan pembangunan stadion apalagi itu merupakan salah satu visi dan misi Wali Kota,” ujar Astronout.
Terpisah, anggota DPRD Siantar, Andika Prayogi Sinaga sebagai pelaku olah raga menyatakan, warga Siantar sangat membutuhkan stadion. Kalau anggaran yang dijanjikan Gubernur belum ada, harusnya segera jemput bola. Jangan hanya menunggu.
“Sepengetahuan kita, belum ada informasi realisasi janji Gubernur itu. Untuk itu, segera susul bagaimana caranya bisa ditampung pada Perubahan APBD Sumut tahun 2023,” ujar Andika Prayogi Sinaga yang juga Ketua Karate Kala Hitam Indonesia Pengcab Kota Siantar.
Sementara, Hamam Soleh sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga yang mengelola stadion Sangnauluh mengatakan, janji Gubernur Sumut bukan berbentuk uang. Tetapi sebagai pelaksana pembangunan.
“Beberapa hari lalu, pihak PUPR Sumatera Utara sudah datang meninjau stadion. Katanya, masih akan dilakukan proses tender. Kalau tidak salah bulan Juni ini. Kita tunggulah bagaimana realisasinya,” ujar Hamam Soleh singkat.
Seperti diketahui, tahun 2018, 2019 dan 2020, APBD Siantar ada menampung dana sebesar Rp 18 miliar untuk pembangunan stadion. Namun, belum lagi pembangunan tuntas, material pembangunan dicuri sampai habis. Bahkan, kondisinya hancur-hancuran dan dana yang cukup besar itu akhirnya terbuang percuma. (In)






