SIANTAR,SENTER NEWS
Saat terbangun dari tidur sekira jam 05.00 Wib, Selasa (6/6/2023), Faisal Tambunan (27), warga Kelurahan Siborong-borong, Tapanuli Utara, sangat terkejut karena kehilangan uang Rp 64 juta dari dalam tas sandang miliknya.
Kejadian itu berlangsung saat korban menumpang tidur di ruang tamu rumah, Ikhsan Nasution (30) di Gang H Rupino, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur Kota Siantar. Bahkan, Ikhsan yang malam itu tidur bersama istrinya di kamar tidak mengetahui siapa pencuri uang tersebut.
Pada subuh itu juga, Faisal dan Ikhsan keluar dari rumah dan mengadu kepada Ida (57), ibu dari Ikhsan yang rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian. “Mak, buka mak,” ujar Ikhsan kepada ibunya yang kemudian membuka pintu depan rumah.
“Mak, uang kawanku (Faisal-red) hilang,” ujar Ikhsan yang kemudian ditanya ibunya “Berapa uang yang hilang itu?” Lantas dijawab, ” 64 juta mak. Tak tau siapa yang mencuri,” ujar Ikhsan dengan nada suara yang begitu lemah.
Meski Ikhsan dan ibunya bertanya kepada sejumlah warga apakah ada orang yang mengetahui kejadian itu termasuk apakah ada yang dicurigai, warga tidak mengetahuinya. Kemudian, Faisal dan Ikhsan bersama seorang saksi mendatangi Polres Siantar untuk membuat pengaduan sekira jam 08.30 Wib.
“Ya, kami sudah melapor dan memberi keterangan,” ujar Faisal dengan wajah yang tampak kusut sembari mengatakan bahwa tiga personel Polisi dari Polres Siantar sudah melakukan olah TKP .
Dijelaskan, sebelum kehilangan uang, Faisal dan Ikhsan yang sama-sama karyawan PT Indo Marco sempat berbincang-bincang di depan rumah dan baru masuk rumah untuk tidur sekitar jam 01.30 Wib dini hari.
Lebih lanjut dikatakan, saat tertidur itu, tas berisi uang di dalam tas sandang miliknya malah dijadikan bantal. “Aku tidur sangat nyenyak sekali dan tau taua apa yang terjadi. Memang aneh malam kejadian itu,” ujar Faisal
Dijelaskan, juga, korban yang bekerja di Raya memang sengaja menumpang tidur di rumah Ikhsan ebagai sopir truk PT Indo Marco. Karena, subuhnya akan berangkat dari Siantar keluar kota. “Waktu terbangun, tas rasanya ringan dan ku periksa, uang dari dalam tas sudah tak ada,” ujar Faisal.
Namun, kalau dicermati, dinding rumah ruang tamu tempat korban tidur, ada 4 ventelasi atau lobang angin yang cukup lebar. Bahkan, waktu olah TKP, Ikhsan disuruh masuk melalui ventelasi itu dan ternyata lolos sampai ke ruang tamu. Karenanya, maling diperkirakan masuk melalui ventelasi.
Korban menjelaskan, saat kejadian itu tidak mendengar ada suara-suara mencurigakan. “Aku tidurnya nyenyak sekali. Maling diperkirakan beraksi sekitar jam tiga atau empat subuh,” ujar korban sembari mengatakan uang sebanyak Rp 64 juta itu sebagian milik orang tuanya.
Sementara, Ikhsan mengatakan terbangun sekitar jam 04.50 Wib. Kemudian, keluar dari kamar membangunkan Faisal yang tidur beralas ambal di ruang tamu. “Waktu aku banguni, Faisal sempat bingung bolak-balik masuk kamar mandi. Waktu kutanya kenapa bingung, dia bilang uangnya hilang,” ujar Ikhsan.
Terpisah, Kasat Reskrim AKP Banuara Manurung membenarkan bahwa korban sudah melapor dan dari hasil keterangan korban, pihaknya sudah melakukan olah TKP. “Kita sedang melakukan penyelidikan dan sekarang masih dalam proses ,” ujarnya singkat.
Menurut sejumlah warga di sekitar TKP, Gang H Ripino, Kelurahan Tomuan memang sangat rawan maling. Bahkan, sudah ta terhitung lagi berapa banyak handphone warga yang hilang dicuri orang tak bertanggungjawab.
“Jangankan HP, tabung gas dan periuk atau kuali bisa hilang. Pokoknya, silap sedikit barang hilang. Jadi, warga sudah resah. Maunya pencuri itu segera ditangkap dan ketahuan siapa maling yang selama ini beraksi,” ujar warga bermarga Lubis. (In)






