SIANTAR, SENTERNEWS
Awalnya, di depan Ruang Data Kantor Walikota, ada mobil dinas Ketua DPRD Siantar, Timbul Marganda Lingga. Di depan tangga pintu masuk kantor Walikota, ada juga mobil Dinas Walikota Siantar.
Sementara, di belakang mobil dinas Walikota, ada mobil warna putih yang ternyata membawa anggota DPR RI, Bane Raja Manalu, Selasa (02/12/2025) sekira pukul 09.40 WIB.
Karena situasi itu, awak media ini dapat memastikan bahwa Bane Raja Manalu, Timbul Marganda Lingga bertemu Walikota Siantar Wesly Silalahi di ruang kerja Walikota.
Karena butuh informasi untuk dilangsir menjadi berita, awak media ini menunggu di luar. Pastinya, ingin bertanya apa yang mereka perbincangkan dengan Walikota Wesly Silalahi?
Sekitar satu jam lebih menunggu, wakil rakyat tingKat pusat dan tingkat kota itu akhirnya keluar dan saat menuruni tangga kantor Walikota, keduanya langsung disapa awak media ini bersama dua orang jurnalis lain.
Mendengar sapaan itu, Bane Raja Manalu dan Timbul Lingga berhenti. “Maaf, Bung Bane Raja Manalu, ini mau konfirmasi terkait Dana Transfer ke Daerah,” tanya jurnalis.
Dengan senyum akrab, Bane Raja mengaku bukan bagian Badan Anggaran. “Wah, kalau soal itu, saya kurang tau, nanti jawbannya tidak pas,” ujarnya.
Terkait dengan apa yang dibincangkan dengan Walikota, politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, antara lain soal BBM yang saat ini masih ada masalah. Untuk Kota Siantar, akan didatangkan dari Dumai karena dari Belawan ada kendala soal pasokan.
“Kepada Bapak Walikota saya katakan juga, sudah ngobrol dengan Menteri Ekonomi Kreatif. Tahun 2026, akan memasukan kata kreatif untuk Kota Siantar dan Kabupaten Simalungun, kreatif bidang musik,” kata Bane Raja.
Khusus Kota Siantar, soal musik di masa lalu dikatakan cukup “kren”. Antara lain ada group “Maduma”. “Sekarang sudah mittop (padam-red). Jadi kita ingin hidupkan kembali,” imbuhnya.
”Kenapa saya ajak ngobrol dengan Bapak Walikota dan Ketua DPR. Karena itu harus datang juga dari Pemko untuk dibicarakan dengan Kementrian. Dan, saya akan kawal bahwa Siantar dan Simalungun bagian dari program Kementrian,” katanya.
Raja Bane Manalu juga sampaikan kepada Walikota bahwa Kota Siantar selama ini dikenal bersih dengan piala Adipura berkali-kali, untuk itu Siantar harus menjadi kota yang bersih lagi. Saaat ini, Bane Raja mengatakan di Siantar sampah terlihat di mana-mana.
“Soal itu kita cakapkan dan Pak Timbul Ketua DPRD usulkan supaya mengaktifkan relawan lingkungan untuk membersihkan sampah yang bertebaran. Hanya saja, akan dimulai tahun 2026 karena tidak ada anggaran di tahun 2025,” katanya.
Lebih lanjut ada beberapa hal lain yang dibicarakan. Termasuk perayaan Natal 2025, Kota Siantar diharap menjadi kota destinasi. Sehingga, akan digelar perayaan Natal lengkap dengan parade yang melibatkan pengamen jalanan.
Ketika awak media ini bertanya apakah soal Pasar Horas juga diperbincangkan? Bane mengatakan tidak termasuk. Sepengetahuannya pada APBD Siantar 2026 tidak ada anggaran akibat efesiensi Rp190 miliar. Namun, Walikota dan DPRD menurutnya sangat konsen menghidupkan Pasar Horas.
“Ada beberapa hal lagi yang kami bicarakan. Tapi, tak mungkin semua diungkapkan. Karena pada minggu depan tiba-tiba ada yang bilang, “Dia do, holan hata (Gimananya cuma kata-red)” kata Bane Raja sembari tersenyum melirik Ketua DPRD Siantar yang juga tersenyum.
Selanjutnya, Bane Raja Manalu permisi. Setelah menyalami jurnalis, melangkah masuk ke mobil. Demikian juga Timbul Marganda Lingga yang juga masuk ke mobil meninggalkan kantor Walikota Siantar. (In)






