SIANTAR.SENTERNEWS
Sejumlah informasi yang mengejutkan, ditemukan di pusat perbelanjaan Irian Supermarket & Dept Store Jalan Gereja, Kelurahan Nagahuta Timur, Kecamatan Siantar Marimbun, Kota Siantar.
Informasi yang diduga sebagai suatu fakta itu bukan saja soal karyawan yang mendapat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak. Lebih dari itu, terungkap juga ada makanan yang kualitasnya diragukan dan promo tak sesuai fakta serta masalah lainnya.
Menurut sumber, dari karyawan yang di PHK secara sepihak berinisial AS, mengaku sangat terkejut dengan perbelanjaan moderent yang diresmikan Wakil Walikota Siantar pada Januari 2025 lalu itu.
“Saya tidak tahu permasalahannya, saya tidak pernah diberi Surat Peringatan atau SP dan HRD tidak dijelaskan kenapa saya dikeluarkan,” ucap AS warga Kota Siantar, Selasa (03/6/2025).
Soal PHK pekerja bukan hanya dialami AS. Sepengetahuannya ada juga karyawan dari devisi informasi bernasib serupa seperti dirinya. “Karyawan itu cerita kepada saya diberhentikan tanpa masalah,” ujarnya.
Permasalahan yang diketahui AS, sebenarnya sudah disampaikan kepada awak media ini beberapa waktu lalu. Bahkan, memperlihatkan video berisi tentang klarifikasi yang dialaminya. Namun, sebelum dilansir ke redaksi, awak media ini harus menelusurinya lebih jauh lagi.
Parahnya lagi, karyawan bawahan sering dibentak atau dimarahi dengan bahasa yang tidak pantas. Bahkan, berlangsung di depan konsumen. Sehingga, ada karyawan berhenti atau risend tanpa keterangan.
Sejumlah data lain disampaikan AS yang diantaranya, SPG sering disuruh bekerja di luar perusahaan tempatnya bekerja. Sehingga tidak sesuai dengan tugas SPG tersebut.
“SPG malah diminta menimbang gula, raping telur, timbang snack. Karena itu, waktu SPG banyak terganggu kepada hal lain. Dan, omsetnya jadi tidak mencapai target yang ditetapkan perusahaan tempatnya bekerja,” kata AS.
Dijelaskan juga, jam pulang SPG tidak sesuai SOP perusahaan tempatnya bekerja. Sehingga SPG sering pulang tidak sesuai waktu.
Hal lain, terkait dengan POP atau promo harga, tidak sesuai harga ditetapkan, kualitas barang seperti telur, beras dan buah maupun sayur diduga kurang berkualitas.

Kemudian, kecelakaan kerja justru ditanggung karyawan sendiri dengan alasan karena kelalaian karyawan tersebut. Terbukti, ada pekerja bagian informasi terjepit lift barang mengalami luka pada bagian kaki, biaya perobatan tidak ditanggung pihak management.
“Area parkiran mobil depan dan pos atau loket karcis pintu keluar mobil, sering mengalami macet di jalan raya karena saat mobil keluar, pengaturannya tidak beraturan karena adanya kerucut di tengah jalan yang membuat jalan raya menjadi sempit,” bebernya.
Sementara, sering terjadi sanksi FTB ( full tanpa bayar), dikenakan kepada karyawan yang melakukan kesalan kecil, “Jadi karyawan itu lembur dari jam 09.00 WIB sampai tutup toko jam 23.00 WIB tanpa dibayar uang lembur,” imbuh AS.
Kehilangan barang konsumen di area parkir terjadi beberapa kali. Antara lain, helm, dompet dan HP, “Sepengetahuan saya, pernah oknum polisi kehilangan dompet dan HP dari dasbok kereta,” beber AS.
Belum lagi soal fasilitas dan kebersihan kamar mandi konsumen tampak kotor dan membuat konsumen tidak nyaman. “Lampu listrik sering tiba-tiba mendadak mati membuat travelator dan lift konsumen mati ,” katanya yang mengaku mengungkapkan berbagai permasalahan di Irian Supermarket & Dept Store karena memang sangat kecewa dan sama sekali tidak dihargai.
Sementara, permasalahan yang terjadi mengundang Lembaga Pemantau Keuangan Negara Tindak Pidana Korupsi (LPKN TIPIKOR) untuk menyurati Wakil manager PT Irian tertanggal 23 Mei 2025.
Prihal, permintaan audiensi atas dugaan terjadinya beberapa kesalahan yang dilakukan pihak Irian Super Market terhadap karyawan mapun konsumen. Namun, sampai saat ini, surat tersebut tidak ditanggapi.
Karena tidak ada tanggapan, pihak LPKN TIPIKOR segera menyurati beberapa pihak. Antara lain, Dinas Tenaga Kerja maupun DPRD Pematangsiantar. Bahkan, bukan tidak mungkin melakukan upaya hukum.
Sementara, awak media ini juga berusaha melakukan konfirmasi terkait berbagai permasalahan yang diperoleh dari sejumlah nara sumber kepada Wakil Manager, nyatanya tidak ditanggapi. (Ro)






