SIANTAR, SENTERNEWS
Masyarakat tiba-tiba heboh dan berkumpul setelah mendengar teriakan maling dari pinggir sungai Bah Bolon, belakang pabrik rokok Wongso, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Siantar, Senin (9/10/2023) sekira jam 16.00 Wib.
Ternyata, maling berjenis kelamin lelaki berusia sekitar 19 tahun itu berhasil ditangkap sejumlah pemuda tanggung dan langsung dihajar dengan pukulan dan tendangan ke arah bagian badannya. Bahkan, maling yang mengenakan kaos hitam itu tampak hanya menutup wajah untuk menghindari pukulan.
“Katanya dia mau pergi ke sungai. Tapi, melihat pintu rumahku terbuka, dia masuk dan mengambil HP dari atas kursi. Untung tiba-tiba ku tengok dan kukejar. Terus kupiting di pinggir sungai. HP punya ku itu masih ditangannya,” ujar Asro pemilik HP di tengah kerumunan.
Ketika massa semakin ramai dan marah karena barang berharga warga sekitar pernah hilang tetapi tidak diketahui siapa malingnya, sang maling diseret ke depan rumah RT di Gang H Rupino yang hanya beberapa meter dari pinggir sungai.
Saat itu, warga kembali berusaha menghajarnya. Namun, sejumlah perempuan yang didominasi omak-omak berusaha melerai. Kemudian, maling yang tertangkap basah itu ditanya siapa namanya dan dimana rumahnya.
“Namaku Ferdi marga Damanik. Rumahku di Sidamanik,” katanya membenarkan mencuri HP dari rumah yang pintunya terbuka. “Waktu mau ke sungai kutengok pintu rumahnya terbuka aku masuk dan mengambil HP di atas kursi,” katanya mengaku.
Mendegar pengakuan maling itu, warga tak percaya rumahnya di Sidamanik. Sehingga dipaksa untuk mengaku lagi. Namu, tetap mengatakan maling tersebut rumahnya di Sidamanik. Selanjutnya ada warga kembali memukul pelaku. Namun, akhirnya dilarang omak-omak. Padahal, sejumlah anak laki-laki sempat marah karena ada orang yang berani masuk ke Tomuan untuk mencuri.
“Biar kita beri dia pelajaran supaya jera. Kalau ditempat lain mugkin sudah dihabisi maling ini sampai modar. Enak kali dia datang masuk ke kampung orang untuk mencuri. Kek mana kalau ada lagi maling masuk ke tempat kita ini,” kata lelaki lainnya.
Akhirnya, antara lelaki dengan omak-omak sempat berbeda pendapat. Namun demikian, sang maling akhirnya disuruh minta maaf kepada pemilik HP dan berjanji tidak akan menjadi maling lagi. Selanjutnya, sang maling dibawa ke tepi Jalan Pattimura dan disuruh pergi meski masih sempat ada yang memberinya tendangan.
“Kita Sudah tandai mukanya karena sempat ada tadi yang memvideokan dan mempoto. Pokoknya, kalau ada lagi maling masuk ke lingkungan kita, bakal tak ada ampun. Kalau maling tadi masih kita maafkan,” kata warga yang akhirnya membubarkan diri satu persatu. (In)






