SIANTAR, SENTERNEWS
Untuk tahun 2026 mendatang, pembangunan fisik di Kota Siantar tampaknya sangat terbatas. Pasalnya, pagu Rancangan (R) APBD Siantar yang semula Rp 120 miliar, dipangkas lebih dari 50 persen.
Fakta tersebut terungkapkan saat dilakukan rapat pembahasan R-APBD Siantar 2026 Komisi III DPRD Siantar dengan Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (PUTR) Kota Siantar, Jumat (21/11/2026)
“Rencananya pagu R-APBD Siantar 2026, Rp120 miliar dan bulan Juli efesiensi Rp87 miliar serta pengurangan dana transfer ke daerah. Akhirnya, R-APBD 2026 menjadi Rp39,8 miliar. Itu sudah untuk semua, termasuk gaji, ” kata Kadis PUTR, Sopian Purba.
Dijelaskan juga, anggaran yang diefesiensi antar lain, pembangunan jalan ring road yang semula Rp4 miliar menjadi Rp2,5 miliar. Pembangunan Gedung IV Pasar Horas Rp77 miliar, biaya makan, minum, perjalanan dinas dan lainnya.
Terkait pengurangan R-APBD Siantar 2026 itu, Cindera sebagai Ketua Komisi III, yang memimpin rapat mengatakan cukup miris. Padahal, kota Siantar membutuhkan banyak pembangunan.
Namun demikian, terkait pembangunan atau proyek fisik, diminta agar dilaksanakan pertriwulan. “Jangan menumpuk diakhir tahun seperti tahun-tahun lalu,” kata Cindira.
Sementara, Andika Prayogi Sinaga dari Komisi III menyatakan, ada sejumlah proyek fisik yang dinilai tidak prioritas. Bahkan terkesan untuk kepentingan pihak tertentu. Seperti pembangunan jalan menuju suatu perumahan.
Sedangkan usulan DPRD Siantar yang disampaikan masyarakat melalui reses dan prioritas, tidak kunjung ditindaklanjuti. Bukan saja soal perbaikan jalan. Tetapi termasuk drainase yang malah mengundang banjir saat musim hujan.
“Ada prasarana yang diusulkan masyarakat pada enam tahun lalu sudah ditinjau. Tapi, sampai sekarang malah tidak ditindaklanjuti. Kita jadi malu kepada masyarakat,” ujar Andika Prayogi yangmengatakan, kota Siantar saat ini sangat rawan banjir.
Sopian Purba kembali mengatakan, terkait dengan pengurangan anggaran sebesar 50 persen lebih itu memang berpengartuh kepada pembangunan. Bahkan, ada yang sudah dikunjungi ke lapangan malah anggarannya tidak ditampung karena keterbatasanm anggaran. (In)






