SIANTAR, SENTER NEWS
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Siantar Simalungun berunjuk rasa menyuarakan Kota Siantar telah Darurat Narkoba di Polres Siantar, Kamis (31/8/2023).
Setelah bergerak dari lapangan Parkir Pariwisata Jalan Merdeka, demo yang mengusung puluhan poster itu bergerak masuk ke Jalan Sutomo sambil tetap melakukan orasi di jalanan. Di Mapolres Siantar, kelompok mahasiswa langsung dihadang puluhan Polwan di pintu gerbang.
Mahasiwa yang melakukan orasi secara bergantian minta kepada Kapolres Siantar AKBP Yogen Heroes Baruno SH SIK yang baru sekitar satu bulan menjabat di Kota Siantar supaya datang menerima aspirasi mahasiswa.
“Kita ingin Kapolres yang baru datang menemui kami para mahasiswa yang akan menyampaikan aspirasi karena Siantar telah darurat Narkoba. Ketika kita bicara soal Narkoba tetapi pihak Kepolisian tidak perduli, apa jadinya anak-anak muda kota Siantar?” ujar Robert Hidayat dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Ketua PMII Siantar Simalungun, Khairil Mansyah Sirait melalui orasinya menegaskan, peredaran Narkoba dengan bandar diduga berinisial UH sebelumnya beroperasi di kawasan Ring Road Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba.
Namun, karena masyarakat sekitar membakar sepeda motor yang pemiliknya disebut sebagai jaringan, akhirnya pindah ke Bangsal. Di belakang Pasar Horas Kota Siantar. Bahkan, penjualannya malah sudah seperti menjual kacang goreng.
“Mana tindakan Kasat Narkoba Polres Siantar? Apa benar dugaan-dugaan kami selama ini ada yang menerima upeti? Sudah satu bulan lebih Kapolres yang baru bertugas di Kota Siantar. Tapi, tidak ada bukti nyatanya soal pemberantasan Narkoba,” tegas Khairil Mansyah.
Sementara, Bill Fatah Nasution sebagai kordinator aksi sekaligus Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) juga mengkritik upaya pihak Polres Siantar melakukan pemberantasan Narkoba.
Selanjutnya dibacakan tuntutan mahasiswa yang terdiri dari 7 point. Diantaranya Meminta Kapolres segera mengungkap dan membongkar jaringan Narkoba yang diduga dikendalikan banda “UH”. Meminta supaya mengevaluasi dan mencopot Kasat Narkoba Polres Siantar dan membongkar jaringan peredaran Narkoba di lokasi hiburan malam.

Namun, meski sudah berorasi secara bergantian dan membacakan pernyataan sikap, Kapolres tidak juga datang. Karenanya, Bill Fatah Nasution mengajak para mahasiswa mengucapkan “innalillahiwainnailaihirojiun”.
Ucapan tersebut dikatakan sebagai pertanda bahwa keinginan pihak Polres Siantar telah mati untuk melakukan pemberantas peredaran Narkoba di Kota Siantar yang begitu mengkawatirkan. Sehingga, pemakai banyak menjadi maling supaya bisa membeli Narkoba.
“Mari kita sama-sama mengucapkan Innalillahiwainnailaihirojiun,” kata Bill Fatah yang diikuti puluhan mahasiswa lainnya. Kemudian, mengambil bunga yang sudah dibawa untuk ditaburkan di depan pintu masuk Mapolres. “Semoga di lapangakan kuburnya,” ujar Bill Fatah.
Selanjutnya, kelompok mahasiswa membubarkan diri dengan tertib. Namun, berjanji datang lagi untuk tetap menyuarakan agar Polres Siantar serius memberantas peredaran Narkoba di Kota Siantar yang sudah darurat tanpa pilih kasih. (In)






