SIANTAR, SENTERNEWS
Sejak pagi, Kota Siantar diguyur hujan dan sampai berita ini dilansir pukul 15.00 WIB, hujan masih berlangsung secara merata. Bahkan, kadang gerimis tetapi tiba-tiba deras. Sehingga, aktifitas masyarakat menjadi terganggu, Kamis (27/11/2025).
“Hujan sejak pagi tadi membuat pembeli sepi. Ini juga baru buka dasar,” kata pedagang ayam potong di kios sementara, Jalan Merdeka Kota Siantar.
Demikian juga pengakuan pedagang hasil bumi di sekitar Gedung III Pasar Horas. Kondisi jalan di bagian dalam Pasar Horas yang becek, membuat situasi semakin sepi. Bahkan, pedagang justrulebih banyak diam seperti menahan dingin.
Selain itu, Jalan Rajamin Purba depan SMP Negeri II yang biasanya mulai ramai menjelang tengah hari, juga sepi dengan pedagang yang menggunakan becak pakai berseteling maupun gerobak dorong.
Sementara, permukaan air sungai Bah Bolon yang tampak keruh, mengalami kenaikan meski tidak mengundang banjir. Hanya saja, kalau hujan seharian bahkan sampai malam hari, bukan tidak mungkin terjadi banjir kiriman dari dari hulu.
“Sekarang permukaan air memang naik walaupun tidak begitu tinggi. Tapi, kita harus hati-hati juga. Kalau hujan sampai malam hari, mudah-mudahan tidak terjadi banjir kiriman dari atas,”kata warga bermarga Lubis yang rumahnya tak jauh dari tepi Sungai Bah Bolon, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur.
Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Siantar, Dedy Idris Harahap sudah mengimbau warga kota Siantar agar tetap waspada karena sejumlah daerah di Sumatera Utara berpotensi mengalami banjir bandang. Bahkan, itu sudah terjadi di beberapa daerah dan telah mengambil korban jiwa.
“BMKG Wilayah I Medan, sudah menginformasikan terjadinya hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah Sumatera Utara. Bahkan, mengundang banjir bandang dan angin kencang,” kata Dedy.
Namun, meski Kota Siantar tidak termasuk dalam peta wilayah terjadinya hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat seperti di beberapa wilayah Sumatera Utara akibat terjadinya iklim yang ekstrim, BPBD Kota Siantar tetap mengimbau masyarakat agar tetap waspada.
Masalahnya, beberapa waktu lalu, terjadi angin kencang yang membuat ratusan pohonan bertumbangan di sejumlah lokasi Kota Siantar.
“Kita sudah menginformasikan kepada masyarakat melalui media sosial, media massa maupun berkoordinasi dengan pihak kecamatan, agar masyarakat tetap waspada,” katanya.
Imbauan itu antara alain, warga kota Siantar diminta menjaga kesehatan, kebersihan điri dan keluarga, menyiapkan bahan obat-obatan dasar. Memantau informasi cuaca secara berkala mengikuti saran pemerintah, melaporkan setiap kejadian bencana dan berdoa serta jangan panik jika terjadi bencana.
“Semoga Siantar baik-baik saja.,” kata Dedy Idris Harahap sembari mengatakan pihaknya selalu tetap siap menghadapi berbagai kemungkinan. (In)






