SIANTAR, SENTERNEWS
Warga Kota Siantar dihimbau untuk tetap waspada terhadap Virus Corona varian baru Covid-Omicron XBB yang begitu menggejala di Singapore. Apalagi tidak diketahui siapa saja yang masuk ke Kota Siantar.
Seperti yang disampaikan pihak Dinas Kesehatan Kota Siantar melalui Misran P sebagai Kabid Pencegahan dan Pencegahan Penyakit (P2P). Hanya saja, terkait dengan Covid- Omicron XBB itu, pihaknya belum menerima Surat Edaran dari Kementrian Kesehatan RI.
Di Kota Siantar belum terditeksi. Kemudian, soal adanya potensi belum jelas diketahui. Apalagi tidak diketahui juga siapa saja yang datang ke Kota Siantar. Bahkan, pihaknya belum koordinasi dengan pihak Imigrasi.
“Belum ada surat edaran dari Kementrian Kesahatan kepada kita. Tapi, melalui Puskesmas, kita menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada,” kata Misran P Kabid Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Siantar melalui telepon seluler, Sabtu (9/12/2023).
Dijelaskan juga, setiap ada penyakit menular masyarakat tetap disarankan agar menjaga kebersihan diri, keluarga serta lingkungan. Seperti saat beredarnya penyakit menular cacar monyet beberapa waktu lalu, masyarakat tetap dihimbau agar selalu waspada.
Sementara, soal adanya gejala terkait Covid-Omicron XBB, bisa saja terjadi dan gejala itu juga sama dengan penyakit lainnya. Untuk itu, kalau ada gejala dimaksud, lebih baik masyarakat mendatangi Puskesmas.
Soal Covid-Omicron XBB ada diinformasikan Kementrian dan Informatika Republik Indonesia menyatakan, “Beredar sebuah pesan berantai melalui aplikasi WhatsApp tentang kabar terkini dari Singapura terkait Covid-19 varian Omicron XBB yang diklaim tidak memiliki gejala batuk dan demam seperti halnya varian virus Covid-19 lainnya,”.
Pesan berantai yang beredar melalui Whats App itu informasi dikatakan disinfromasi. Karena, faktanya, seperti yang dilansir liputan6.com, Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr Mohammad Syahril mengungkapkan, Covid-Omicron XBB memiliki gejala ringan seperti batuk dan demam. Di Indonesia, ada empat pasien XBB yang sudah terditeksi.
Selain itu, gejala yang dapat tampak pada penderita Covid-19 varian Omicron XBB, di antaranya sesak napas, sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, mual, muntah, dan diare.
Sebelumnya, pengguna media sosial di Singapura menyalin-tempel postingan teks yang memperingatkan, varian Covid Omicron XBB, pertama kali ditemukan Agustus lalu dan disebut lima kali lebih “toksik” dan memiliki tingkat kematian lebih tinggi dibandingkan varian Delta.
Namun, Kementerian Kesehatan Singapura menyatakan tidak ada bukti yang mendukung data tersebut, Demikian juga, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan data saat ini tidak menunjukkan bahwa XBB lebih mematikan dibandingkan Omicron, yang tidak terlalu mematikan dibandingkan Delta.(In)





