SIANTAR, SENTER NEWS
Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslim, Jalan Pane, Kelurahan Karo, Kecamatan Siantar Selatan, Kota Siantar memang sudah padat. Namun, apabila empat rumah sudah dibongkar tuntas, akan dapat menampung 15 ribu kuburan baru lagi.
Masalahnya, empat rumah yang bagian depannya sudah permanen menghadap Jalan, Gunung Sinabung, Kelurahan Karo, dan bagian dapur masuk ke lahan TPU itu, belum juga dibongkar tuntas. Sementara sebelumnya, ada dua rumah sudah mulai dibongkar.
Rizal Siagian, sebagai Wakil Ketua Kenaziran Perkuburan Islam, Jalan Pane mengatakan, dua rumah yang saat ini belum juga dibongkar, dalam waktu dekat akan dibongkar pihak yang menempatinya selama ini dengan kesadaran sendiri.
“Saya sudah berkomunikasi dengan anak salah seorang penghuni rumah, dia bilang akan membongkar rumah dengan kesadaran sendiri dan itu akan dilakukan dalam waktu dekat. Jadi, kita menghormatinya dan kita tunggu,” ujar Rizal Siagian, Jumat (8/12/2023).
Harapan Rizal Siagian, sebelum tiba bulan Ramadhan, pembongkaran empat rumah yang sudah puluhan tahun berdiri di areal TPU itu dapat tuntas. Sehingga, penataannya bisa dilakukan dengan lebih baik.
Seiring dengan semakin dekatnya bulan Ramadhan, yang akan berlangsung minggu pertama Maret 2023 mendatang, jauh hari sebelumnya, rumput-rumput liar yang semakin tinggi akan dibersihkan dengan menggunakan racun pembasmi rumput.
“Ketika lingkungan perkuburan ini sudah bersih, peziarah tentu akan nyaman berziarah jelang Ramadhan nanti. Apalagi tradisi berziarah jelang Ramadhan selalu ramai. Pokoknya, kita ingin perkuburan ini indah dan perziarah merasa nyaman,” ujar Rizal Siagian.
BERSIH NARKOBA
Selain membersihkan rerumputan liar, upaya yang sudah dilakukan dan akan tetap dilakukan, membersihkan TPU dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab dengan memanfaatkan TPU sebagai lokasi transaksi atau penggunaan Narkoba.
Pengakuan Rizal Siagian, orang-orang tertentu yang dicurigainya sudah ditemui dan minta tidak menjadikan TPU ini sebagai lokasi penyalahgunaan Narkoba. Lambat laun, melalui pendekatana persuasif, pihak yang dicurigainya itu mulai tidak menyimpan barang bukti di area TPU.
“Saya katakan kepada mereka, saya jangan diganggu dan mereka tidak akan saya ganggu. Kalau tidak saling menghargai, masalahnya bisa jadi panjang,” katanya sembari mengatakan bahwa upaya yang dilakukannya mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Khususnya umat Islam Kota Siantar. (In)






