SIANTAR, SENTERNEWS
Dalam satu abad lebih Muhammadiyah tetap menebar rahmat bagi agama, bangsa negara. Sesuai dengan tema Tabligh Akbar dan Milad Muhammadiyah ke 113 Miladiyah Kota Siantar, “Memajukan kesejahteraan Bangsa,”.
Pernyataan itu disampaikan Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Pematangsiantar, Ir Sailan Nasution MM melalui sambutannya pada Tabligh Akbar dan Milad Muhammadiyah ke 113 Miladiyah. Berlangsung di Aula Panti Asuhan Taruna Melati, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar, Minggu (24/1/2025).
Sailan Nasution menjelaskan, di era digitalisasi, banyak lebih percaya dengan IT. “Kalau tidak hati-hati, bisa tergilas dalam kubangan dosa jariah. Maka perlu persiapan generasi agar Muhammadiyah tidak tinggal sejarah,” ujarnya.
Sementara, Gusmiyadi anggota DPRD Sumatera Utara mengatakan, Muhammadiyah telah banyak memberi kontribusi dan diyakini mampu menjawab tantangan zaman.
“Muhammadiyah itu melaksanakan aqidah murni dan mendorong Islam Berkemajuan, moderen serta profesional,” kata Gusmiyadi melalui sambutannya.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara, Prof Dr Kamal Basri Siregar menegaskan, kalau Muhammadiyah diibaratkan pohon. Di usia 113 tahun, akarnya semakin kokoh dan cabangnya terus bertambah untuk memberi karomah.
“Mari bangga ber Muhammadiyah yang berkualitas,” katanya yang juga menegaskan, Muhammadiyah tetap memegang teguh etika dan attitude yang saat ini sangat dibutuhkan. Karena skill atau kemapuan tanpa etika dan attitude, tiada gunanya.
“Indonesia saat ini sepertinya mengalami krisis etika dan attitude. Pejabat sudah tidak bisa lagi jadi panutan. Maka, Muhammadiyah tentu akan semakin berjaya dan kuat,” bebernya.
Wakil Walikota Siantar, Herlina mengatakan, Muhammadiyah merupakan mata air kebaikan bagi bangsa dan negara.Dan, di Kota Siantar, telah memberikan banyak manfaat.
“Dengan semangat Islam berkemajuan, Muhammadiyah mampu berkolaborasi untuk turut menjaga harmonisasi keberagaman,” kata Herlina.
Dr H Saidul Amin MA, Rektor Universitas Muhammadiyah Riau sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Malaysia melalui ceramahnya mengaku tetap memiliki kartu Muhammadiyah dari Kecamatan Siantar Barat.
“Saya tidak mau mengganti kartu Muhammadiyah saya. Sekali Siantar tetap Siantar,” kata H Saidul Amin, disambut aplusan positif ratusan keluarga besar Muhammadiyah yang hadir dan memaparkan penyebab lahirnya Muhammadiyah dan perkembangannya sampai saat ini.
“Kalau kita tidak mengetahui masa lalu, maka kita tak akan punya tempat di masa depan,” ujar H Saidul Amin menjelaskan tentang peran Sultan Hamenkubono VIII yang mendorong KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah setelah kembali dari Mekkah.
Muhammadiyah terus berkembang dengan prinsip Islam yang harus menghargai waktu, memberi hal-hal penting dan berguna, sekolah Muhammadiyah memadukan pendidikan agama dengan pendidikan umum.
Selain itu, Muhammadiyah lahir untuk menghapuskan tahyul tentang sesuatu yang imaginasi dianggap ada. Menghapus bidah pada urusan ibadah yang tak punya dalil serta menghapus kurafat atau keyakinan yang tidak masuk akal tetapi dianggap logis.
Di penghujung Tabligh Akbar & Milad Muhammadiyah ke 113 Miladiyah itu, diumumkan PR yang memiliki adiministrasi paling tertib. Masing-masing, PR Muhammadiyah Lapangan Bola Bawah, Rambung Merah dan Kelurahan Baru.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua MUI Kota Siantar, Drs Hj M Ali Lubis, anggota DPRD Siantar dari PKS Hj Sabariah Harahap. Penasehat PD Muhammadiyah Pematangsiantar, Amar Rasyid Nasution dan M Amin Siregar.
Pengurus PD Muhammadiyah Pematangsiantar. Penasehat Aisyiyah Pematangsiantar, dr Susanti Dewayani, Ketua Aisyiyah Pematangsiantar, Hanifah SPd dan pengurus lainnya.
Sejumlah organisasi otonomi Muhammadiyah, PD NU Kota Siantar, PC Alwasliyah Kota Siantar, PD Muhammadiyah di Tebing Tinggi dan Asahan serta ratusan keluarga besar Muhammadiyah se Kota Siantar.
Pada Tabligh Akbar dan Milad Muhammadiyahj ke 113 Miladiyah tersebut, Hamdan Nasution sebagai Wakil Ketua PD Muhammadiyah Pematangsantar didampingi Sekretaris Fahruddin Sagala, melakukan Gerakan Amal Soleh (GAS) untuk menggalang dana dan terkumpul Rp35 juta untuk pembangunan asrama putra Panti Asuhan Taruna Melati di Lantai II yang masih membutuhkan dana. (In)






