Senter News
Minggu, 22 Maret 2026
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
No Result
View All Result
Senter News
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST
Home NEWS HEADLINE
Taman pulau jalan yang disebut kampungan dan berbahaya

Taman pulau jalan yang disebut kampungan dan berbahaya

Taman Pulau Jalan di Siantar “Kampungan” & Ancam Pengendara

Penulis: Redaksi Senternews.com
26 Juli 2023 | 19:19 WIB
Rubrik: HEADLINE
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Telegram

SIANTAR, SENTER NEWS

Sejumlah pulau Jalan yang dibangun di  Jalan Ahmad Yani dan Jalan Sisingamangara Kota Siantar yang terdiri dari 3 lokasi dengan dana keseluruhannya Rp 557 juta lebih, dituding “kampungan”. Bahkan,  mengancam keselamatan  pengendera sepeda motor khususnya.

Pernyataan itu terungkap pada  Rapat Dengar Pendapat (RDP) pembahasan Pengantar Nota Keuangan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2022, antara Komisi IIII DPRD Siantar dengan Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kota Siantar, Rabu (26/7/2923).

“Taman pulau jalan di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Sisingamangaraja justru menebangi pohon. Wah, saya jadi sedih dan  taman itu kampungan,” ujar Astronout Nainggolan dari Komisi III sembari mengatakan bahwa menebang pohon mudah, Tapi untuk menanamnya tentu harus menunggu lama supaya besar.

Harusnya, taman menciptakan kota Siantar menjadi asri dan hijau. Kemudian, pembuatan  pot bunga bentuknya seperti tempat pembuangan sampah. Bahkan, diplester apa membuat kualitas pekerjaan menjadi rendah.  Agar lebih baik dan indah , seharusnya menggunakan dinding batu alam.

“Kalau begini, maup timba,” ujar Astronout menyebutkkan bahasa daerah yang bermakna memprihatinkan. Kemudian, PRKP diminta  tidak menebangi pepohonan yang sudah tinggi dan rindang.  Sejatinya  harus dipangkas kalau memang mengganggu. Bukan justru ditebangi.

Sementara, personel Komisi III lainnya  mengatakan, bak yang dibangun justru mengundang kecelakaan lalu lintas karena bentuknya  yang mirip  kotak-kotak dan runcing, sangat berdekatan dengan badan jalan.

“Itu rawan kecelakaan lalulintas. Jangan ini justru menimbulkan masalah baru dan kita minta itu direka ulang atau CCO. Jangan lanjutkan, itu bahaya ,” ujar Ketua Komisi III, Denny H Siahaan.

Imanaoel Lingga yang juga dari Komisi III mengatakan, di kota-kota lain, justru  pepohonan justru dipelihara supaya kota menjadi  hijau. Di Siantar malah  sebaliknya, menebangi pohon. “Siantar harusnya hijau,” ujarnya.

Lebih tegas lagi dikatakan, pepohonan yang ditebang untuk membuat suasana menjadi hijau justru merubah Siantar menjadi gersang. Terutama di sekitar Jalan Sisingamangaraja dekat eks terminal Sukadame.

“Saya setuju supaya pekerjaan membuat taman badan jalan sebagai ruang hijau itu di CCO,” ujar Imanoel lagi sembari mempertanyakan bagaimana rencana pihak konsultan melakukan perencanaan taman di badan jalan tersebut.

Mendapat “serangan”  dari Komisi III tersebut, Kadis PRKP, Ir Rispani Sidauruk didampingi sejumlah staf  sepertinya tidak mampu menjawab dengan baik. Sehingga, akhirnya menyatakan siap untuk melakukan CCO.

“Ya, terimakasih atas saran dan masukannya, kita akan siap melakukan CCO,” ujarnya singkat.

Sementara, pantauan di lokasi, pembuatan taman badan jalan tersebut, saat ini  sedang dikerjakan. Akar-akar kayu  dan tungkul batang pohon yang tampak  mencuat ke permukaan  . Tidak diketahui  dikemanakan batang-batang kayu berbagai jenis pohon itu dibawa. Sementara,  suasananya tampak begitu gersang.

Kemudian, sesuai dengan plang proyek berbetuk poster , pekerjaan taman pulau jalan itu,  malah dikerjakan  rekanan dari luar daerah. Seperti, CV Nugraha Perkasa, beralamat Medan Sunggal Kota Medan. Kemudian Gapura Alam Persada, beralamat Medan Denai Kota Medan. (In)

ShareSendShare

Berita Terkait

HEADLINE

Soal Dugaan Mark Up Eks Rumah Singgah Covid-19 Rp14,5 Miliar, DPRD Siantar Tunggu  Hasil Kajian Kejagung

18 Maret 2026 | 18:29 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Terkait Dugaan Penyimpangan Prosedur Administrasi dan Dugaan Mark Up Harga Pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar...

Read moreDetails
HEADLINE

Demo Soal Dugaan Mark Up & KKN Rp14,5 Miliar di Kejagung “Panggil dan Periksa Walikota Siantar !”

13 Maret 2026 | 16:38 WIB

JAKARTA, SENTERNEWS Dugaan mark up pembelian eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar  tahun  2025 yang dilakukan Pemko Siantar sesuai...

Read moreDetails
HEADLINE

Mark Up Pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 Rp14,5 Miliar, Resmi Diserahkan DPRD Siantar ke  Kejagung  

5 Maret 2026 | 14:42 WIB

SIANTAR,SENTERNEWS Dugaan mark up pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar hasil temuan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Siantar, resmi...

Read moreDetails
Juru Bicara  Fraksi DPRD Siantar
HEADLINE

Mark Up Pembelian Eks Rumah Singgah Rp 14,5 Miliar, Mayoritas Fraksi Setuju ke Kejagung

26 Februari 2026 | 22:02 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Dugaan Penyimpangan Prosedur Administrasi dan Dugaan Mark Up Harga Pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar yang...

Read moreDetails
Pansus serahkan hasil kerja kepada pimpinan DPRD S|iantar
HEADLINE

Kasus Pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 Rp14,5 Miliar Menyalahi & Pansus DPRD Siantar Minta Disampaikan ke Kejagung

26 Februari 2026 | 14:06 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Terkait  pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 senilai Rp14,5 miliar lebih yang dilakukan Pemko Siantar diminta  agar dilaporkan kepada...

Read moreDetails
HEADLINE

Meski Kenaikan NJOP 1.000 Persen Sudah Ditinjau, Malah Ada Tambah Naik

13 Februari 2026 | 08:29 WIB

SIANTAR, SENTERNEWS Dari hasil peninjauan kembali terkait kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (JOP) yang dilakukan Pemko Siantar, ada yang mengalami...

Read moreDetails

Berita Terbaru

SIANTAR-SIMALUNGUN

Kapolres Simalungun: Wisatawan Meningkat 40 Persen, “Periksa Ketat Alat Kelayakan Keselamatan di Pelabuhan”

21 Maret 2026 | 20:14 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kapolres Simalungun Lakukan Pengecekan Kapal Wisata: “Utamakan Keselamatan”

21 Maret 2026 | 17:46 WIB
ANEKA RAGAM

Walikota Siantar  Bersama Unsur Forkopimda Lepas  Pawai Takbir  Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M

21 Maret 2026 | 08:18 WIB
ANEKA RAGAM

Pawai Obor 1000 Obor BKM Masjid Raya Siantar Semarakkan Malam Takbiran Hari Raya Idul Fitri 1447 H

21 Maret 2026 | 08:16 WIB
ANEKA RAGAM

Sholat Idul Fitri 1447 H Muhammadiyah Kota Siantar, Aman dan Kondusif

20 Maret 2026 | 10:04 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Kapolres Simalungun: Pintu Tol Panei Dibuka 07.00 WIB Sampai 21.00 WIB

19 Maret 2026 | 22:50 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Live Report Kapolres: Arus Lalu Lintas Meningkat, Jalur Lingkar Luar Parapat Bantu Urai Kemacetan

19 Maret 2026 | 19:48 WIB
NASIONAL

Di Bawah Bayang-Bayang Teror: Masa Depan Demokrasi Dipertaruhkan

18 Maret 2026 | 22:39 WIB
HEADLINE

Soal Dugaan Mark Up Eks Rumah Singgah Covid-19 Rp14,5 Miliar, DPRD Siantar Tunggu  Hasil Kajian Kejagung

18 Maret 2026 | 18:29 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Maling Dua Sepeda Gunung Senilai Rp 44 Juta Diringkus Polsek Perdagangan

18 Maret 2026 | 18:26 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Bupati Simalungun Mendorong Terjemahkan dan Pengamalan Al-Qur’an

18 Maret 2026 | 18:25 WIB
SIANTAR-SIMALUNGUN

Bupati Simalungun dan Forkopimda Tinjau Pospam dan Posyan

18 Maret 2026 | 18:22 WIB

barak barak barak barak barak barak

  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy
  • Visi & Misi

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata

No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • SIANTAR-SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • ANEKA RAGAM
  • NASIONAL
  • SEREMONIAL
  • VIDEOGRAM
  • PODCAST

© 2024 Senternews.com

rotasi barak berita hari ini danau toba sinata