SIANTAR, SENTERNEWS
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dan baru terjadi saat Wali Kota Siantar dijabat dr Susanti Dewayani. Penyambutan Jemaah Haji Kota Siantar tidak lagi di pelataran Masjid Raya, Kota Siantar, Selasa (11/7/2023).
Namun, penyambutan para Jemaah Haji yang baru kembali dari Tanah Suci Makkah berubah di halaman Kantor Wali Kota Siantar. Sehingga, tidak sedikit bertanya-tanya mengapa kebiasan lama yang sudah baik justru dirobah.
“Wah, saya kurang mengetahui mengapa ada pengalihan penyambutan Jemaah Haji itu. Yang jelas kebiasaan selama ini berlangsung di pelataran Masjid Raya dan suasananya begitu religius,” ujar anggota DPRD Siantar, Ilhamsyah Sinaga.
Dikatakan, pelataran Masjid Raya merupakan lokasi yang sangat nyaman dan aman. Apalagi, memudahkan jemaah untuk sujud syukur kemudian sholat. Kemudian, lokasi Masjid Raya yang tidak berada di sekitar jalan protokol, juga tidak akan mengganggu arus lalulintas.
Senada dengan pernyataan anggota DPRD Siantar, Andika Prayogi Sinaga SE yang juga ketua Komisi I, plus Wakil ketua BKM Masjid Raya Bidang Kepemudaan. Terkait pemindahan penyambutan Jemaah Haji di halaman Kantor Wali Kota menurutnya baru terjadi tahun ini.
“Pada dasarnya BKM Masjid Raya khususnya pemuda dan generasi muda maupun kaum ibu yang mempersiapkan tempat maupun akomodasi seperti tahun-tahun sebelumnya juga bertanya-tanya,” ujar Andika Prayogi.
Lebih lanjut dikatakan, saat Jemaah Haji tiba di Kota Siantar dan penyambutannya berlangsung di halaman Kantor Wali Kota, kegiatan di Masjid Raya sama tidaka ada sama sekali.
Terpisah, Ketua Ikatan Persudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Siantar, Drs H M Natsyir Armaya Siregar mengatakan, soal pemindahan penyambutan Jemaah Haji tersebut dipertanyakannya saat dilakukan rapat sebelum Jemaah Haji berangkat ke tanah suci Mekkah.
“Ya, waktu itu, kita pertanyakan kenapa dipindahkan ke halaman Kantor Wali Kota. Tapi, jawabannya waktu itu tidak jelas,” ujar H Armaya sembari membenarkan bahwa pemindahan tersebut baru di masa Wali Kota dr Susanti Dewayani terjadi.
Hal yang dikesalkan H M Natsyir Armaya Siregar, terkait ketidaknyamanan para keluarga Jemaah Haji/Hajjah yang akan menjemput, juga mengalami kendala. Masalahnya, pintu gerbang kantor Wali Kota ditutup dan orang yang masuk sangat dibatasi.
“Ya, kita menyesalkan penutupan pintu gerbang sehingga keluarga jemaah yang ingin menjemput hanya dua orang. Akhirnya, banyak yang menumpuk di luar karena tidak bisa masuk,” ujarnya.
Hal lain yang membuat kebiasaan lama tidak terlaksana lagi karena pemindahan penyambutan Jemaah Haji itu, selama ini para jemaah yang tiba di Masjid Raya Siantar selalu disugukan makanan khas berupa mie rebus.
“Mie rebus itu sengaja disugukan pihak BKM Masjid Raya karena para jemaah tentu tidak dapat menyantapnya selama di tanah suci. Mie rebus itu selalu menjadi kebiasaan pada penyambutan jemaah,” ujar H M Natsyir Armaya Siregar.
Kemudian, tampak juga anggota DPRD Siantar Nurlela Sikumbang dan Arif Hutabarat yang hadir menyambut kedatangan kedua orang tuanya, sekaligus mertua Wali Kota Siantar Priode 2017 -2022 H Hefriansyah yang juga hadir. (In)






