SIANTAR, SENTERNEWS
Walikota Siantar Wesly Silalahi diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Zainal Siahaan SE MM mengikuti Focus Group Discussion (FGD) bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Pematangsiantar Ahmadi Rahman.
Kegiatan yang berlangsung di Lantai 4 Kantor Perwakilan (KPw) BI Pematangsiantar, Jalan H Adam Malik Kota Siantar yang juga diikuti pedagang besar dan distributor itu dalam rangka Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H/2026 M, Rabu (25/02/2026) siang.
Wesly diwakili Zainal dalam sambutannya menerangkan, pengendalian inflasi sangat penting karena terkait amanat UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Di mana, pemerintah wajib menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan demi menjaga daya beli masyarakat.
Di tahun 2025, katanya, Kota Siantar masuk 10 besar inflasi tertinggi secara nasional, yakni 5,37 persen. Namun di Januari 2026 sudah deflasi. Sedangkan pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Meskipun forkopimda turut dalam mengendalikan harga dan memastikan pasokan bahan pokok.
“Keberadaan pedagang dan distributor punya peran penting agar pasokan di Kota Siantar dapat terjamin, sehingga harga dapat terkendali, dan distribusi komoditi bisa lancar,” sebut Zainal.
Sebelumnya, Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar, Ahmadi Rahman memaparkan, pasokan barang kebutuhan pokok di Kota Siantar berasal dari Kabupaten Simalungun, Batubara, bahkan dari luar provinsi. Sehingga bencana yang melanda Sumatera beberapa bulan lalu sangat memengaruhi pasokan di Kota Siantar.
“FGD bertujuan memetakan kondisi pasokan dan jalur distribusi. Dialog dan diskusi untuk mengendalikan inflasi. Bersinergi dengan TPID guna membantu menjaga daya beli masyarakat tapi tetap menghasilkan profit bagi pedagang,” terangnya.
Ahmadi juga menyampaikan di tahun 2024 komoditas yang menyumbang andil inflasi terbesar masa HBKN Ramadhan dan Idul Fitri di Kota Siantar adalah cabai merah. Sedangkan di tahun 2025, disumbang tarif Listrik. Sementara di Januari 2026, penyumbang inflasi terbesar adalah emas perhiasan.
Dijelaskan, untuk pengendalian inflasi telah diakukan K4. Yaitu: Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi efektif.
Caranya, antara lain dengan melaksanakan operasi pasar, menyusun neraca komoditas pangan strategis, memperluas kerja sama antar daerah (KAD), implementasi program tanam pangan mandiri pekarangan, memperkuat sarana-prasarana penyimpanan produk hasil panen.
Kemudian, pemanfaatan platform perdagangan digital untuk memperlancar distribusi, memperkuat sinergi TPID melalui High Level Meeting (HLM) serta capacity building, serta menjaga ekspektasi harga di masyarakat melalui imbauan/iklan/SE belanja bijak, dan lainnya.
Selanjutnya, diskusi dipandu Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Siantar Herbet Aruan.
FGD juga dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Legianto Pardamean Manurung, mewakili Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Pemko Siantar lainnya. (In)







