Karena Hubungan diantara sesama warga yang beragam Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA) terjalin indah dan begitu harmonis sejak dulu, Pematangsiantar (Siantar-red) sudah lama dikenal sebagai kota toleransi.
Teranyar, tahun 2025 saat Walikota Siantar Wesly Silalahi menjabat di tahun pertama, dari 98 kota se Indonesia, Pematangsiiantar berhasil meraih predikat ke lima sebagai kota Toleransi se Indonesia. Diumumkan tahun 2026.
Predikat itu diberikan, Serata Institute sebagai lembaga swadaya masyarakat terkemuka yang fokus pada penelitian tentang demokrasi, hak asasi manusia (HAM), pluralisme, dan kebebasan beragama/berkeyakinan (KBB).
Definisi kota toleran menurut studi tersebut, pemerintah kota memiliki regulasi yang kondusif bagi praktik dan promosi toleransi, baik dalam bentuk perencanaan maupun pelaksanaan dan pernyataan dan tindakan aparatur pemerintah kota tersebut kondusif bagi praktik dan promosi toleransi atau tidak.

Predikat kelima tahun 2025 tersebut cukup menggembirakan. Karena prestasi itu merupakan terbaik setelah tahun 2015 dan 2016 saat Pematangsiantar menduduki predikat pertama.
Karena, kepemimpinan politik, birokrasi maupun kepemimpinan masyarakat mampu merangkul semua pihak tanpa membedakan SARA.
Ketika meraih predikat terbaik pertama, banyak daerah lain melakukan studi banding ke Kota Siantar untuk menelaah. Sekaligus mempelajari mengapa Kota Siantar mendapat predikat terbaik sebagai kota paling toleransi se Indonesia.
Perkembangan selanjutnya, tahun 2017 Siantar sebagai kota toleransi turun ke peringkat kedua, tahun 2018 malah turun ke peringkat ketiga. Setelah itu, Siantar terdampak dari sepuluh besar sebagai kota roleransi.
Bahkan, tahun 2024, toleransi di Kota Siantar berada di urutan ke 11 dan Tahun 2023 berada di urutan 31. Tahun 2022, tahun 2021, tahun 2020 dan tahun 2019, tidak masuk dalam urutan 20 besar. Bahkan sempat berada di urutan ke 51.
Pada dasarnya, catatan tentang predikat Kota Siantar sebagai kota toleransi yang naik turun sebenarnya merupakan dinamika yang sudah disadari dan harus dievaluasi. Karena itu,
muncul intruksi Walikota No.3 Tahun 2023 tentang pelaksanaan peningkatan toleransi beragama, penguatan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan dalam mewujudkan kota Pematangsiantar sebagai kota toleransi.
Kemudian, terbit Peraturan Walikota No.20 Tahun 2023 Tentang tentang penyelenggaraan toleransi kehidupan bermasyarakat.
KESUNGGUHAN WALIKOTA
Tekat Walikota Siantar, Wesly Silalahi meningkatkan predikat Siantar kembali meraih predikat terbaik sebagai kota paling toleransi se Indonesia dari tahun sebelumnya, atau minimal tetap bertahan di posisi kelima, sebenarnya bukan pekerjaan mudah.

Walikota berkoordinasi dan sinergitas dengan Forkopimda, tokoh lintas agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda, serta seluruh lapisan masyarakat.
Saat bertemu dengan komunitas penganut agama masyarakat , mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi semua pihak yang telah turut memelihara toleransi di Kota Siantar. Karena, peran dan kerjasama berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk tetap merawat keberagaman SARA menjadi suatu keindahan.
Menekankan, toleransi merupakan satu visi bersama untuk terus menjadikan Siantar sebagai kota toleransi yang lebih baik dari kondisi sebelumnya. Sekaligus menerima masukan dari berbagai pihak itu.
Seperti yang disampaikan Wesly Silalahi saat menghadiri Open House Partonggoan Bona Taon 2026 Kanytor Sinode GKPS di Balai GKPS Pdt Kerpanius Purba Kanator Pusat GKPS Jalan Pdt Wismar Saragih slasa (21/01/2026)
“Selama ini GKPS telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kerukunan umat beragama dan memperkuat nilai-nilai keimanan serta berkontribusi nyata dalam pembangunan sosial dan kemasyarakatan di Kota Pematangsiantar,” kata Walikota.
Kegiatan itu dinilai sebagai wujud keterbukaan, kebersamaan, serta komitmen GKPS dalam membangun hubungan yang harmonis dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.
Hal itu sejalan dengan semangat bersama dalam mewujudkan Pematangsiantar yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras.
Dengan tangan terbuka, menerima audiensi pemimpin Gereja di Kota Pematangsiantar yang mempersiapkan Rakernas V Majelis Pendidikan Kristen Indonesia di Tarutung, 15-17 Oktober 2026.
Saata aaudiensi di rumah dinas Walikota, Jumat (27/03/2026) itu, Walikota menyatakan bahwa Pematangsiantar merupakan Kota Toleran ke-5 di Indonesia. Dan, beberapa kali mengikuti pertemuan Kota Toleran, termasuk bersama Presiden Prabowo Subianto.
Saat bersilaturahmi/ buka puasa bersama Forkopimda dan masyarakat di Lapangan Adam Malik, Senin (09/03/2026) sore, Walikota menyatakan bangga adanya perbaikan peringkat Kota Siantar sebagai kota paling toleransi di Indonesia.

“Semua itu terwujud berkat dukungan yang luar biasa dari DPRD Kota Pematangsiantar, Unsur Forkopimda, para pemangku kepentingan, serta seluruh elemen masyarakat yang terus memberikan kontribusi, masukan dan semangat kolaborasi demi kemajuan kota yang kita cintai ini,” kata Wesly.
Wesly optimis, tahun 2026 ini prestasi yang diraih semakin banyak dan semakin beragam. Sehingga cita-cita bersama untuk mewujudkan Pematangsiantar yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras dapat segera terwujud demi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan lain, Wesly Silalahi bersama Ketua TP PKK Ny Liswati Wesly Silalahi menghadiri acara Ramah Tamah dan Gala Dinner Tahun Baru China 2577 Kongzili/Tahun Baru Imlek 2026, di kediaman Presiden Direktur PT STTC Edwin Bingei Purba Siboro, Kota Siantar, Jumat (27/02/2026) malam.
Wesly menyampaikan, perayaan Imlek bukan hanya momentum budaya dan spiritual bagi yang merayakan, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan keberagaman di Kota Siantar.
Sebelumnya lagi, Walikota menerima audiensi pengurus DPD Walubi Kota Pematangsiantar, di ruang kerja Walikota, Selasa (24/02/2026). Menyatakan mendukung Perayaan Malam Cap Go Meh 2577 Kongzili yang digelar Umat Buddha Indonesia Kota Siantar.
PENUTUP
Melalui berbagai kegiatan dan kesungguhan yang dilakukan Walikota tanpa memandang SARA, sikap optimis bahwa Kota Siantar akan meraih peringkat lebih baik di tahun 2026 yang akan diumumkan tahun 2027, tampaknya menimbulkan sikap optimis dari semua pihak.
Kuncinya, kebersamaan dalam meningkatkan rasa toleransis di antara sesama. (In)






